Sejarah. Masuknya Kerajaan Islam di Indonesia Kelompok IV


MAKALAH
MASUKNYA KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
KONSEP DASAR SEJARAH
Dosen Pengampu :
Ratna Khairunnisa, S. Pd., M. Pd


DISUSUN OLEH :
Kelompok 4
1.     Chandra Calfari Putra     : 1986206104
2.     Agnes Anggilia               : 1986206043
3.     Desi Safitri                     : 1986206109
4.     Selly Dwi Ananda           : 1986206177
5.     Sulastri Dwi Astuti         : 1986206125


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS WIDYA GAMA MAHAKAM
SAMARINDA
2020


 KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Masuknya Kerajaan Islam di Indonesia”. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pemikirannya.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang sejarah masuknya kerajaan islam di Indonesia dari berbagai teori. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan. Guna membuat makalah ini dapat lebih baik lagi.                    
            Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.






SAMARINDA, 24 MARET 2020                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL   ......................................................................................... i
KATA PENGANTAR                                                                                     .... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang  ................................................................................... .... 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................................ .... 2
1.3  Tujuan Penulisan Makalah................................................................... .... 2
BAB II KAJIAN TEORI
2.1  Sejarah Masuknya Islam di Indonesia ................................................ .... 3
2.2  Teori Masuknya Islam Di Indonesia .................................................. .... 4
2.3  Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia.................................. .... 8
2.4  Bukti-Bukti Masuknya Islam di Indonesia......................................... .... 9
2.5  Penerimaan Islam Oleh Pribumi ........................................................ .... 11
2.6  Indonesia Masa Perkembangan Islam di Kerajaan-Kerajaan............. .... 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.............................................................................................. 14
3.2 Saran........................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kesatuan dengan masyarakat yang mayoritas beragama Islam (muslim), dan merupakan negara dengan mayoritas terbesar umat muslim didunia. Berdasarkan data dari sensus penduduk pada tahun 2010 menunjukkan bahwa 87,18% atau 207 juta jiwa dari total 238 juta jiwa penduduk indonesia beragama Islam. Walaupun Islam adalah agama mayoritas, tetapi negara indonesia tidak berasaskan Islam.
Awal mula  masuknya agama Islam ke Indonesia menurut para sarjana dan para peneliti sepakat bahwa Islam itu berjalan secara damai, meskipun ada juga penggunaan kekuatan oleh penguasa Indonesia untuk menguasai rakyat atau masyarakat. Secara umum mereka menerima Islam tanpa meninggalkan kepercayaan dan praktek keagamaan yang lama, Mereka mengajarkan Islam dalam bentuk kompromi dengan kepercayaan setempat. Secara terminologis, sejarah diangkat dari bahasa arab, syajaratum yang berarti pohon. secara terminologis kata ini menggambarkan pendekatan ilmu  sejarah yang lebih anologis karena memberikan gambaran pertumbuhan peradaban manusia dengan “pohon”, yang tumbuh dari biji kecil menjadi pohon yang besar, rindang, dan berkesinambungan.
Kedatangan Islam di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula kerajaan-kerajaan dan daerah-daerah yang didatanginya mempunyai situasi politik dan sosial budaya yang berlainan.





1.2  Rumusan Masalah
1.     Apa saja teori yang mendukung masuknya kerajaan Islam di Indonesia ?
2.     Apa saja metode yang digunakan dalam penyebaran kerajaan Islam Di Indonesia ?
3.     Bagaimana sejarah kerajaan Islam di Indonesia ?
4.     Bagaimana proses masuknya kerjaan Islam di Indonesia ?

1.3  Tujuan Penulisan Makalah
Agar mahasiswa/i lebih mengetahui tentang :
1.     Berbagai teori mengenai masuknya kerajaan Islam di Indonesia,
2.     Metode yang digunakan dalam penyebaran kerajaan Islam di Indonesia,
3.     Sejarah masuknya kerajaan Islam di Indonesia,
4.     Proses masuknya kerajaan Islam di Indonesia.












BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Masuknya Islam di Indonesia
            Kedatangan Islam di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula kerajaan-kerajaan dan daerah-daerah yang didatanginya mempunyai situasi politik dan sosial budaya yang berlainan. Proses masuknya Islam ke Indonesia memunculkan beberapa pendapat. Para Tokoh yang mengemukakan pendapat itu diantaranya ada yang langsung mengetahui tentang masuk dan tersebarnya budaya serta ajaran agama Islam di Indonesia. Adanya proses masuknya islam ke Indonesia memunculkan beberapa pendapat. Diantaranya para tokoh ada yang langsung mengetahui masuk dan tersebarnya budaya dan ajaran agama islam di Indonesia, ada pula yang melalui berbagai penelitian. Diantara tokoh-tokoh itu adalah Marcopolo, Muhammad Ghor, Ibnu Bathuthah, Dego Lopez de Sequeira, Sir Richard Wainsted.
Sejarah masuknya islam di Indonesia, dilandasi oleh peran para pedagang arab yang melakukan penyebaran agama islam di Indonesia. Awal masuknya agama islam di Indonesia pada abad ke 7 masehi, namun dimasa ini belum banyak yang menganut dikarenakan masih terpengaruh oleh kekuasaan Hindu-Budha di Indonesia. Penyebaran agama islam terhitung lama karena dimulai pada abad ke 7 hingga ke 13 masehi. Selama masa tersebut, para pedagang makin intensif dalam menyebarkan islam. Penyebaran agama islam juga tidak lepas dari peran para pedagang Indonesia yang sudah memeluk agama islam serta para mubaligh. Pengaruh islam makin kuat pada masyarakat yang tinggal di daerah pantai.
Pada akhir abad ke 12 masehi. Kekuasaan ekonomi dan politik kerajaan Sriwijaya mulai turun. Seiring merosotnya sriwijaya, pedagang islam makin giat dalam melakukan peran politiknya. Kemudian sekitar tahun 1285, mulai berdiri kerajaan yang bercorak islam yaitu Samudra Pasai. Berdiri pula kerajaan baru yaitu kesultanan Malaka. Perkembangan agama islam juga tidak lepas dari runtuhnya kerajaan Majapahit pada awal abad ke 15. Banyak daerah yang akhirnya melepaskan diri dari majapahit. Kemudian pada tahun 1500 demak berdiri sebagai kerajaan islam pertama di pulau jawa. Di luar jawa, perkembangan agama islam juga terlihat dari munculnya kesultanan ternate, kesultanan banjar hingga kesultanan gowa. Melalui kerajaan-kerajaan islam inilah, agama islam makin berkembang pesat dan tersebar hingga seluruh wilayah indonesia. Agama islam juga tidak hanya dianut oleh para penduduk wilayah pantai, namun menyebar sampai daerah-daerah di pedalaman.
2.2  Teori Masuknya Islam Di Indonesia
Tedapat tiga teori tentang masuknya agama islam ke Indonesia yakni Teori Gujarat, Teori Makkah, Teori Persia. Ketiga teori tersebut, saling mengemukakan perspektif kapan masuknya islam, asal negara, penyebar atau pembawa islam, asal negara, penyebar atau pembawa islam keindonesia. Ketiga teori ini tidak membicarakan masuknya agama islam ke tiap-tiap pulau yang ada di indonesia melainkan hanya menganalisis masuknya agama islam ke sumatera dan jawa, karena kedua wilayah ini merupakan sampel untuk wilayah indonesia lainnya.
Masuknya agama islam kepulau tersebut menetukan perkembangan islam ke pulau lainnya. Berikut ini adalah ketiga teori tersebut :
A.    Teori Gujarat
Teori ini mengatakan bahwa proses kedatangan islam ke indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke- 7 H atau pada abad ke- 13 M.  Gujarat ini terletak di india bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab. Tokoh yang menyosialisasikan teori ini kebanyakkan adalah sarjana dari belanda. Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah J. Pijnapel Dari Universitas Leiden pada abad ke- 19. Menurutnya orang-orang Arab bermazhab syafei telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal hijriyyah (abad ke 7 Masehi), namun yang menyebarkan agam islam keindonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia timur, termasuk indonesia.
Dalam perkembangan selanjutnya, teori Pijnapel ini diamini dan di sebarkan oleh seorang orientalis terkemuka Belanda, Snouck Hurgronje. Menurutnya, Islam telah lebih dulu berkembang di kota-kota pelabuhan Anak Benua India. Orang-orang Gujarat telah lebih awal membuka hubungan dagang dengan Indonesia dibandingkan dengan pedagang Arab. Dalam pandangan Hurgronje, kedatangan orang Arab terjadi pada masa berikutnya. Orang-orang Arab  yang datang ini kebanyakan adalah keturunan  Nabi Muhammad yang menggunakan gelar “sayid” “atau” “syarif “ didepan namanya.
Teori Gujarat kemudian juga dikembangkan oleh J.P. Moquetta (1912), yang memberikan argumentasi dengan batu nisa Sultan Malik Al-Saleh yang wafat pada tanggal 17 Dzulhijjah 831 H/1297 M di pasai, Aceh. Menurutnya, batu nisan dipasai dan makam Maulanan Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 di Gresik, jawa timur, memiliki bentuk yang sama dengan nisan yang terdapat di kambay, Gujarat. Moquetta akhirnya berkesimpulan bahwa batu nisan tersebut diimpor dari Gujarat, atau setidaknya dibuat oleh orang Gujarat atau orang indonesia yang telah belajar kaligrafi khas Gujarat.
Alasan lainnya adalah kesamaan mazhab syafi’i yang dianut masyarakat muslim di Gujarat dan indonesia. Dalam perkembangannya, teori Gujarat dibatah oleh banyak ahli. Bukti-bukti yang lebih akurat seperti berita dari Arab, persia, Turki, dan Indonesia memperkuat keterangan bahwa islam masuk di indonesia bukan dibawa pedagang Gujarat.
Sejarawan Azyumardi Azra menjelaskan bahwa Gujarat dan kota-kota di anak benua india hanya tempat persinggahan bagi pedagang Arab sebelum melanjutkan perjalanan ke Asia Tenggara dan Asia Timur. Pada abad XII-XIII Masehi wilayah Gujarat masih dikuasai pengaruh Hindu yang kuat. Dari berbagai argumen teori Gujarat yang di kemukakan oleh beberapa sejarawan, ahli antropologi, dan ahli ilmu politik, analisis mereka terlihat Hindu sentris, karena beranggapan bahwa seluruh perubahan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama di indonesia tidak mungkin terlepas dari pengaruh india. Teori Gujarat ini tentu terdapat kelemahannya, bila dibandingkan dengan teori makkah.
B.    Teori Arab/ Makkah
Teori ini dikemukakan oleh Sir Thomas Arnold, Crawfurd, Niemann, dan De Holader. Arnold berpendapat bahwa islam juga berasal dari Arab, dengan bukti adaya kesamaan madzhab antara di Coromandel dan Malabar dengan madzhab mayoritas masyarakat islam yaitu madzhab syafi'i. yang dibawa oleh pedagang yang menyebarkan islam di Indonesia antara india dengan Indonesia. Arnold juga berpendapat bahwa pedagang Arab membawa islam ke Indonesia sejak abad ke 7 masehi dan ke 8 masehi. Dan mereka melakukan perkawinan dengan penduduk setempat, sehingga muncullah komunitas muslim.
Crawfurd menyatkan bahwa islam dikenalkan langsung dari Arab.dan juga menegaskan bahwa hubugan melayu dan Indonesia dengan kaum muslim di pesisir timur india merupakan faktor penting. Niemann dan hollader menyatakan islam datang dari Handramaut karena adanya kesamaan madzhab. Sejumlah para ahli setuju dengan pendapat ini, mereka memberi alasan bahwa madzhb syafi'I di Makkah mendapat pengeruh yang luas di Indonesia. Mereka juga berpendapat pada tahun ke 674 masehi telah terdapat perkampungan Arab islam di pantai Barat Sumatra.
Menurut Azyumardi Azra ada empat hal yang disampaikan histografi tradisional berkaitan dengan islamisasi Indonesia. Pertama, islamiasi berasal dari Arab. Kedua, islam dibawa oleh juru dakwah profesional. Ketiga, yang pertama kali masuk islam yaitu berasal dari kalangan penguasa. Keempat, sebagian besar juru dakwah datang ke Indonesia pada abad ke 12 dan abad 13 masehi. Tetapi baru abad ke 12 masehi sampai abad 16 masehi pengaruh islam di Indonesia tampak jelas dan kuat.


C.    Teori Persia
Teori ini dikemukakan oleh P.A. Hoesein Djajadiningrat. Dalam teori ini dinyatakan bahwa islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13 masehi di Sumatra yang berpusat di Samudra Pasai. Bukti yang dikemukakan antara lain : adanya peringatan 10 muharram atau asyura yang merupakan tradisi berkembang dalam masyarakat syiah untuk memperingati hari kematian Husain di Karbelaka, adanya persamaan ajaran hallaj yaitu tokoh sufi iran dengan ajaran Syeikh Siti Jenar, persamaan system mengeja huruf Arab bagi pengajian Al-Qur'an tingkat awal, adanya persamaan batu nisan yang ada di makam Malik Shalih dan pada makam Malik Ibrahim,
Selain dari tiga teori di atas ada juga salah satu teori yang menjelaskan tentang sejarah masuknya islam ke Indonesia, yaitu teori Cina. Teori ini menyatakan bahwa islam datang di Indonesia bukan dari timur tengah, Arab maupun Gujarat atau india tetapi dari Cina. Pada abad ke 9 masehi adanya pengungsi cina ke jawa, kemudian pada abad ke 8 masehi sampai abad ke 11 masehi sudah ada pemukiman Arab muslim di Cina dan di Campa. Cina memiliki peranan yang besar dalam perkembangan islam di Indonesia. Arsitektur Demak dan juga berdasarkan beberapa catatan sejarah beberapa sultan dan sunan yang berperan dalam penyebaran agama islam di Indonesia adalah keturunan Cina, misalnya Raden Patah yang memiliki nama Cina Jin Bung.
Nurcholis Majdid mengemukakan bukti bahwa islam tidak berasal dari Arab dengan adanya kata-kata dari bahasa arab yang tidak murni menurut lafal aslinya. Proses islamisasi tidak memiliki awal yang pasti, juga tidak berakhir. Islamisasi merupakan proses berkesinambungan yang selain mempengaruhi masa kini, juga masa yang kan datang. Islam telah dipengaruhi oleh lingkungannya, tempat islam berpijak dan berkembang. Disamping itu islam menjadi tradisi tersendiri yang tertanam dalam konteks sosiologi, ekonomi dan politik.

2.3  Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia
Datangnya islam di Indonesia dan penyebarannya dilakukan secara damai. Adapun saluran-saluran islam yang berkembang adalah :
1.     Saluran Perdagangan
Secara umum perdagangan yang dilakukan pedagang muslim dapat digambarkan dengan : mula-mula mereka berdatangan di tempat-tempat pusat perdagangan yang kemudian diantaranya ada yang bertempat tinggal, baik untuk sementara maupun untuk menetap. Lambat laun tempat tinggal mereka berkembang menjadi perkampungan (pejokan). Merupakan saluran yang dipilih di awal.
2.     Saluran Perkawinan
Saluran islam yang melalui perkawinan yaitu antara pedagang atau saudagar dengan wanita pribumi yang memiliki jalinan erat, jalinan baik ini kadang diteruskan dengan perkawinan antara kaum putri pribumi dengan para pedagang islam yang kemudian wanita tersebut masuk islam. Melalui perkawinan inilah terlahir seorang muslim. Dari sudut ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih baik dari pada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi, terutama putri bangsawan tertarik untuk menjadi istri saudagar tersebut. Sebelum kawin, mereka di islamkan terlebih dahulu. Setelah mereka memiliki keturunan, lingkungan mereka semakin luas. Akhirnya timbul kampung-kampung, daerah-daerah, dan kerajaan-kerajaan muslim.
  1.  Saluran Pendidikan
Menyebarkan agama islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren yang merupakan tempat pengajaran agama islam bagi para santri. Untuk memperdalam ajaran-ajaran agama islam yang kemudian menyebarkannya di Indonesia.
  1.  Saluran Kesenian
Penyebaran islam menggunakan media-media kesenian seperti pertunjukan wayang, yang digemari oleh masyarakat. Melalui cerita-cerita wayang yang disisipkan ajaran agama islam. Seni gamelan juga mengundang masyarakat untuk melihat pertunjukan tersebut, yang selanjutnya diadakan dakwah agama islam.
  1.  Saluran Tasawuf
Tasawuf termasuk kategori yang berfungsi dalam membentuk kehidupan social bangsa Indonesia. Dalam hal ini ahli tasawuf hidup dalam kesederhanaan, dan selalu berusaha menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama ditengah-tengah masyarakatnya. Jalur tasawuf, yaitu proses penyebaran islam yang dilakukan dengan cara menyesuaikan pola pikir masyarakat Indonesia yang masih berorientasi pada ajaran-ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia dengan nilai-nilai islam yang mudah dimengerti dan diterima.
  1.  Saluran Dakwah
Yaitu proses penyebaran islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan tentang agama islam seperti yang dilakukan oleh para uama terutama peran wali songo.
2.4  Bukti-Bukti Masuknya Islam di Indonesia

a.      Surat raja Sriwijaya
Prof. Dr. Azyumardi Azra dalam bukunya 'jaringan ulama nusantara' menyebutkan bahwa islam masuk di Indonesia pada masa kerajaan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat yang dikirim oleh raja Sriwijaya pada Umar bin Abdul Aziz yang berisi ucapan selamat atas terpilihnya Umar bin Abdul Aziz sebagai pemimpin dinasti Muawiyah.
b.     Makam Fatiman binti Maimun
Berdasarkan penelitian sejarah telah ditemukan sebuah akam islam di Leran, Gresik. Pada batu nisan dari makam tersebut tertulis nama seorang wanita, yaitu Fatimah binti Maimun dan angka tahun 1082. Artinya, dapat dipastikan bahwa pada akhir abad ke 11 islam telah masuk di Indonesia. Dengan demikian, dapat diduga bahwa islam telah masuk dan berkembang di Indonesia sebelum tahun 1082.
c.      Makam Sultan Malik As-Saleh
Makam sultan Malik As-Saaleh yang berangka tahun 1297 merupakan bukti bahwa islam telah masuk dan berkembang di daerah Aceh pada abad ke 12 masehi. Mengingat Malik As Saleh adalah seorang Sultan, maka dapat diperkirakan bahwa islam telah masuk ke daerah Aceh jauh sebelum Malik As Saleh mendirikan samudra pasai.
  1. Cerita Marco Polo
Pada tahun 1092 Marco Polo, seorang musafir dariVenesia (italia) singgah di Perlak dan beberapa tempat di Aceh bagian Utara. Marco Polo sedang melakukan peralanan dari Venesia ke negeri Cina. Ia menceritakan bahwa pada abad ke 11, islam telah berkembang di Sumatra bagian utara. Ia juga menceritakan bahwa islam telah berkembang sangat pesat di jawa.
  1.  Cerita Ibnu Battutah
Pada tahun 1345, Ibnu Battutah mengnjungi amudra pasi. Ia menceritakan bahwa sultan samudra pasai sangat baik terhadap ulama dan rakyatnya. Disamping itu, ia menceritakan bahwa samudra pasai merupakan kesultanan dagang yang sangat maju. Disana Ibnu Battutah bertemu dengan para pedagang dari India, Cina, dan Jawa.

2.5 Penerimaan Islam Oleh Pribumi
Islam datang di Indonesia melalui perdagangan-perdagangan dengan damai, bukan melalui perang, kekerasan atau paksaan. Penerimaan islam melalui beberapa hal diantaranya :
    1. Melalui perdagangan oleh pra pedagang yang melakukan pelayaran. 
    2. Dilakukan oleh para mubaligh datang bersama para pedagang, juga para sufi, mereka adalah sufi pengembara.
    3. Melalui perkawinan pedagang muslim, mubaligh dengan anak bangsawan Indonesia.
    4.  Para pedagangan yang sudah mapan, mereka mendirikan pusat pendidikan atau pusat penyebaran islam, kerajaan samudra pasai misalnya sebagai pusat dakwah.
    5. Melalui para sufi dengan kelompok terekatnya, menyebar ke Indonesia.
Dengan demikian pada abad sekitar 13 masehi islam telah menyebar di Indonesia dan diterima oleh penduduk, bukan saja pada daerah pantai dan pesisir, akan tetapi sudah diperkirakan sampai ke pelosok-pelosok kampung.
2.6 Indonesia Masa Perkembangan Islam di Kerajaan-Kerajaan
         Islam dimulai dari kehadiran individu-individu dari arab, atau penduduk asli yang telah memeluk islam. Dengan usaha mereka islam tersebar sedikit demi sedikit an secara perlahan-lahan. Langkah penyebaran islam mulai dilakukan secara bersar-besaran ketika dakwah telah memiliki orang-orang khusus untuk menyebarkan dakwah. Setelah fase itu kerajaan-kerajaan islam mulai terbentuk di kepulauan ini. Diantara kerajaan-kerajaan tersebut yaitu :
1. Kerajaan Malaka (803-917 H/ 1400-1511 M)
     Malaka dikenal sebagai pintu gerbang Nusantara. Letak geografis Malaka Sangat Menguntungkan, yang menjadi jalan silang antara Asia Timur dan Asia Barat, yang membuat Malaka menjadi kerajaan yang berpengaruh atas daerahnya. Malaka menjalin hubungan baik dengan jawa, juga menjalin hubungan dengan pasai. Dengan kedatangan jawa dan pasai perdagangan di Malaka menjadi ramai. Kesultanan Malaka mempunyai pengaruh di daerah Sumatera dan sekitarnya, dengan mempengaruhi daerah-daerah tersebut untuk masuk Islam seperti: Rokan Kampar, India Giri dan Siak, dan kesultanan Malaka merupakan pusat perdagangan internasional antara Barat dan Timur, pelabuhan transit. Maka dengan didudukinya kesultanan Malaka oleh portugis tahun 1511, maka kerajaan di Nusantara menjadi tumbuh dan berkembang karena jalur Selat Malaka tidak digunakan lagi oleh pedagang muslim sebab telah diduduki oleh portugis. Dengan demikian tidaklah akan dicapai kemajuan oleh kerajaan Malaka jika kerajaan itu tidak mempunyai peraturan-peraturan tertentu, yang memberi jaminan lumayan kepada keamanan perdagangan. Disamping aturan yang diterapkan juga system pemerintahannya sangat baik dan teratur. Seperti contohnya aturan bea cukai, aturan tentang kesatuan ukuran, sistem pemakaian uang logam dan sebagainya. Di samping aturan yang diterapkan juga sistem pemerintahannya sangat baik dan teratu

2.        Kerajaan Aceh (920-1322 H/1514-1904 M)
Pendiri kerajaan Aceh adalah Sultan Ibrahim (1514-1528), Aceh menerima islam dari pasai yang kini menjadi bagian wilayah Aceh dan pergantian agama diperkirakan terjadi mendekati pertengahan abad ke 14. Pada abad ke 16, Aceh mulai memegang peranan penting dibagian utara pulau Sumatra. Pengaruh Aceh ini meluas dari Barus di sebelah utara higga sebelah selatan di daerah Indrapura.
Kerajaan Aceh yang letaknya di daerah yang sekarang dikenal dengan kebupaten Aceh Besar. Disini pula terletak ibu kotanya. Aceh mengalami kemajuan ketika saudagar-saudagar muslim yang sebelumnya datang di Malaka kemudian memindahkan perdagangannya ke Aceh, ketika Portugis menguasai Malaka tahun 1511. Ketika Malaka dikuasai portugis, maka daerah pengaruhnya yang terdapat di Sumatra mulai melepaskan diri dari Malaka. Hal ini sangat menguntungkan kerajaan Aceh yang mulai berkembang. Dibawah kekuasaan Ibrahim, kerajaan Aceh mulai melebarkan kekuasaannya ke daerah-daerah sekitar.
Bahwa Islam baik sebagai kekuatan sosial agama maupun sebagai kekuatan sosial politik, pertama-tama memperlihatkan dirinya di nusantara ini adalah di negeri Perlak. Dari negeri inilah pertama kali Islam memancar ke peloksok tanah air Indonesia. Kerajaan Islam Perlak terus hidup merdeka sampai dipersatukan dengan kerajaan Samudera Pasai pada zaman pemerintahan sultan Malik Ash Saleh 1289-1326 M. Kerajaan Samudera Pasai berlangsung sampai tahun 1524 M, pada tahun 1521 kerajaan ini ditaklukan oleh portugis yang menduduki selama tiga tahun. Pada tahun 1524 M dianeksasi oleh kerajaan Aceh yang kemudian kerajaan Pasai berada di bawah kekuasaan Aceh. Dari Pasai dan Aceh Islam kemudian memancar ke seluruh peloksok nusantara yang terjangkau oleh juru dakwahnya.
Kejayaan kerajaan Aceh ada puncaknya ketika diperintahkan oleh Iskandar Muda, ia mampu menyatukan kembali wilayah yang telah memisahkan diri dari Aceh kebawah kekuasaannya kembali. Pada masanya, Aceh terus berkembang untuk masa beberapa tahun. Pengetahuan agama maju dengan pesat. Akan tetapi tatkala beberapa sultan perempuan menduduki singgasana tahun 1641-1699, beberapa wilayah taklukannya lepas dan kesultanan menjadi pecah belah. Pada abad ke 18 Aceh hanya sebagai kenangan masa silam dari bayangannya sendiri. Akhirnya kesultanan Aceh menjadi mundur.

3.       Kerajaan Demak (918-960 H/ 1512-1552 M)
Di jawa, islam di sebarkan oleh para wali songo (wali Sembilan), mereka tidak hanya berkuasa dalam lapangan keagamaan, tetapi juga dalam hal pemerintahan dan politik, bahkan sering kali seorang raja baru akan sah menjadi raja apabila ia sudah diakui dan diberkahi wali songo. Demak merupakan salah satu kerajaan bercorak islam yang berkembang di pantai utara pulau jawa, raja pertamanya adalah Raden Patah. Sebelum berkuasa penuh atas Demak, Demak masih menjadi daerah Majapahit. Baru Raden Patah berkuasa penuh setelah mengadakan pemberontakan yang dibantu oleh para ulama atas Majapahit. Dapat dikatakan bahwa pada abad ke 16, Demak telah menguasai seluruh Jawa.
Perkembangan dan kemajuan islam di pulau jawa ini bersamaan dengan melemahnya posisi raja Majapahit. Hal ini memberi peluang kepada raja-raja islam pesisir untuk membangun pusat-pusat kekuasaan yang independen. Dibawah bimbingan Sunan Kudus, meskipun bukan yang tertua dari wali songo. Demak akhirnya berhasil menggantikan Majapahit sebagai keratin pusat. Demak menempatkan pengaruhnya di pesisir utara Jawa Barat itu tidak dapat dipisahkan dari tujuannya yang bersifat politis dan ekonomi. Politiknya adalah untuk mematahkan kerajaan pajajaran yang masih berkuasa di daerah pedalaman, dengan portugis di Malaka. 
4.       Kerajaa Banten (960-1096 H/1552-1684 M)
Banten merupakan kerajaan islam yang mulai berkembang pada abad ke 16, setelah pedagag-pedagang India, Persia, mulai menghindari Malaka yang sejak tahun 1511 telah dikuasai Portugis. Dilihat dari geografisnya, Banten, pelabuhan yang penting dan ekonominya mempunyai letak yang strategis dalam penguasa Selat Sunda. Kerajaan islam di Banten yang semula kedudukannya di Banten Girang dipindahkan ke kota Surosowan, di Banten lama dekat pantai. Dilihat dari sudut ekonomi dan politik, pemindahan ini dimaksudkan untuk memudahkan hubunngan antara pesisir utara jawa dengan Sumatra, melalui selat sunda dan samudra Indonesia.  Situasi ini berkaitan dengan kondisi politik di Asia Tenggara masa itu setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis, para pedagang yang segan berhubungann dengan Portugis mengalihkan jalur pelayarannya melalui Selat Sunda.
Tentang keberadaan islam di Banten, Tom Pires menyebutkan, bahwa di daerah Cimanuk, kota pelabuhan dan batas kerajaan Sunda dengan Cirebon, banyak dijumpai orang islam. Ini berarti pada akhir abad ke 15 masehi di wilayah kerajaan Sunda Hindu sudah ada masyarakat yang beragama islam. Karena tertarik dengan budi pekerti dan ketinggian ilmuya, maka Bupati Banten menikahkan Syaraif Hidayatullah dengan adik perempuannya yang bernama Nhay Kawungaten. Dan dikaruniai dua anak yang diberi nama Ratu Winoan dan Hasanuddin. Karena panggilan uwaknya, tugas penyebaran islam di Banten diserahkan pada Hasanuddin, yang kemudian menikahi puteri Demak dan dianggap raja islam pertama di Banten.
5.       Kerajaan Goa (Makassar) (1078 H/1667 M)
GoaTallo adalah kerajaan bercorak islam di semenanjug Sulawesi. Kerajaan ini menerima islam pada tahun 1605 M. Rajanya yang terkenal dengan nama umaparisi-Kallona yang yag berkuasa pada akhir abad ke 15 dan permulaan abad ke 16. Kerajaan Goa Tallo menjalin hubungan dengan Ternate yang menerima islam dari Gresik atau Giri. Ternate mengajak Goa Tallo untuk masuk islam, namun gagal. Islam baru berhasil masuk goa Tallo pada waktu datuk ri Bandang datang ke kerajan Goa Tallo. Sultan Alauddin adalah raja pertama yang memeluk agama islam tahun 1605 masehi. Penyebaran islam yng dilakukan Goa Tallo berhasil, hal ini merupakan tradisi yang mengharuskan seorang raja untuk menyampaikan hal baik pada yang lain. Seperti Wulu, Wajo, Sopeg, dan Bone. Luwu terlebih dulu masuk islam, sedangkan Wajo dan Bone harus melalui peperangan dahulu. Raja Bone yang pertama masuk islam ialah yang dikenal sebagai Sultan Adam.
6.       Kerajaan Maluku
Kerajaan Maluku terletak di daerah Indonesia bagian timur. Kedatangan islam ke Indonesia bagian timur yaitu Maluku, tidak bisa dipisahkan dari jalan perdagangan yang terbentang antar Jawa dan Maluku. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke 14 islam sudah datang di daerah Maluku. Masuknya islam di Maluku, di bawa oleh Maulana Hasayu. Hal ini terjadi pada masa pemerintahan Marhum di Ternate.
Raja pertama yang benar-benar muslim adalah Zayn Al-Abidin (1486-1500), ia sendiri mendapat ajaran agama tersebut dari  madrasah Giri. Zainal Abidin ketika di Jawa terkenal sebagai Raja Bulawa, artinya raja cengkeh, karena membawa cengkeh dari Maluku untuk persembahan. Tetang masuknya islam ke Maluku, Tome Pires mengatakann bahwa kapal-kapal dagang dari Gresik ialah milik Pate Cucuf. Raja ternate yang disebut Sultan sedang yang lainnya digelari raja. Di Banda, Hitu, Maluku dan Bacan sudah terdapat masyarakat muslim. Siuasi politik ketika kedatangan islam di kepulauan Maluku tidak seperti di jawa. Disana orang-orang muslim tidak menghadapi kerajan-kerajaan yang sedang mengalami perpecahan karena usia islam masih muda di ternate.
Dalam proses masuknya islam di Maluku menghadapi persaingan politik dan monopoli peragangan di antara orag-orang portugis, spanyol, belanda, dan inggris. Persaingan diantara pedagang-pedagang ini pula menyebabkan persaingan diantara kerajaan-kerajaan islam sendiri sehingga pada akhirnya daerah Maluku jatuh ke bawah kekuasaan politik dan ekonomi Belanda.perebutan kekuasaan Negara, mereka datang dan mengembangkan islam dengan melalui pedagangan, dakwah dan melalui perkawinan.
















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kedatangan Islam di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula kerajaan-kerajaan dan daerah-daerah yang didatanginya mempunyai situasi politik dan sosial budaya yang berlainan. Proses masuknya Islam ke Indonesia memunculkan beberapa pendapat. Para Tokoh yang mengemukakan pendapat itu diantaranya ada yang langsung mengetahui tentang masuk dan tersebarnya budaya serta ajaran agama Islam di Indonesia, ada pula yang melalui berbagai bentuk penelitian seperti yang dilakukan oleh orang-orang  barat (eropa) yang datang ke Indonesia. Diterimanya Islam oleh penduduk pribumi, secara bertahap membuat Islam terintegrasi dengan tradisi, norma dan tatanan kehidupan keseharian penduduk lokal. Hal ini menunjukan bahwa bangsa Indonesia mudah menerima nilai-nilai dari luar dan menjadi bukti akan keterbukaan sikap mereka. Sikap ini pada gilirannya telah ikut membentuk komunitas-komunitas muslim di daerah pesisir yang pada mulanya sebagai tempat interaksi antara penduduk local dengan bangsa- bangsa asing, seperti yang disebutkan para pakar dalam teori di atas, yaitudari Arab, Persia, India dan China. Salah satu bukti kehadiran bangsa-bangsa asing tersebut adalah adanya pekampungan yang disebut Pakojan (perkampunga norang-orangArab), Pachinan (perkampungan orang-orang china), Keling (perkampungan orang-orang India) dan lain sebagainya di Indonesia.
3.2 Saran
Islam merupakan agama yang cintai damai. Oleh sebab itu sebagai  penganut agama Islam hendaknya kita saling menjaga dan saling menghargai dengan keberagaman dan perbedaan yang ada di Indonesia. Tidak mudah terprovokasi terhadap berita-berita yang mudah memecah belah antar agama dan yang membenturkan agama terhadap kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA
Edyar, Busman, dkk (Ed.). 2009. Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Pustaka             Asatruss.
Hasanah, Mardiana Nur. 2013. Teori Masuknya Islam di Indonesia.
Machfud Syaefudin. 2013. Dinamika peradaban islam. Yogyakarta: CV. Pustaka ilmu group.
Supriyadi, Dedi. 2010. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Komentar