Sejarah. Masuknya Kerajaan Islam di Indonesia Kelompok IV
MAKALAH
MASUKNYA KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
KONSEP DASAR SEJARAH
Dosen Pengampu :
Ratna Khairunnisa, S. Pd., M. Pd
DISUSUN OLEH :
Kelompok 4
1.
Chandra Calfari Putra : 1986206104
2.
Agnes Anggilia : 1986206043
3.
Desi Safitri : 1986206109
4.
Selly Dwi Ananda : 1986206177
5.
Sulastri Dwi Astuti : 1986206125
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS WIDYA GAMA MAHAKAM
SAMARINDA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga
kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya
yang berjudul “Masuknya Kerajaan Islam di Indonesia”.
Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pemikirannya.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita
semua tentang sejarah masuknya kerajaan islam di Indonesia dari berbagai teori.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan.
Guna membuat makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.
SAMARINDA,
24 MARET 2020
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i
KATA PENGANTAR .... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang ................................................................................... .... 1
1.2 Rumusan
Masalah................................................................................ .... 2
1.3 Tujuan
Penulisan Makalah................................................................... .... 2
BAB II KAJIAN TEORI
2.1
Sejarah Masuknya Islam di Indonesia ................................................ .... 3
2.2 Teori
Masuknya Islam Di Indonesia .................................................. .... 4
2.3 Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia.................................. .... 8
2.4 Bukti-Bukti Masuknya Islam di Indonesia......................................... .... 9
2.5 Penerimaan Islam Oleh Pribumi ........................................................ .... 11
2.6 Indonesia Masa Perkembangan Islam di Kerajaan-Kerajaan............. .... 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.............................................................................................. 14
3.2 Saran........................................................................................................ 14
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia
merupakan negara kesatuan dengan masyarakat yang mayoritas beragama Islam
(muslim), dan merupakan negara dengan mayoritas terbesar umat muslim didunia.
Berdasarkan data dari sensus penduduk pada tahun 2010 menunjukkan bahwa 87,18%
atau 207 juta jiwa dari total 238 juta jiwa penduduk indonesia beragama Islam.
Walaupun Islam adalah agama mayoritas, tetapi negara indonesia tidak berasaskan
Islam.
Awal
mula masuknya agama Islam ke Indonesia
menurut para sarjana dan para peneliti sepakat bahwa Islam itu berjalan secara
damai, meskipun ada juga penggunaan kekuatan oleh penguasa Indonesia untuk
menguasai rakyat atau masyarakat. Secara umum mereka menerima Islam tanpa
meninggalkan kepercayaan dan praktek keagamaan yang lama, Mereka mengajarkan
Islam dalam bentuk kompromi dengan kepercayaan setempat. Secara terminologis, sejarah
diangkat dari bahasa arab, syajaratum
yang berarti pohon. secara terminologis kata ini menggambarkan pendekatan
ilmu sejarah yang lebih anologis karena
memberikan gambaran pertumbuhan peradaban manusia dengan “pohon”, yang tumbuh
dari biji kecil menjadi pohon yang besar, rindang, dan berkesinambungan.
Kedatangan
Islam di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula
kerajaan-kerajaan dan daerah-daerah yang didatanginya mempunyai situasi politik
dan sosial budaya yang berlainan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
saja teori yang mendukung masuknya kerajaan Islam di Indonesia ?
2. Apa
saja metode yang digunakan dalam penyebaran kerajaan Islam Di Indonesia ?
3. Bagaimana
sejarah kerajaan Islam di Indonesia ?
4. Bagaimana
proses masuknya kerjaan Islam di Indonesia ?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Agar
mahasiswa/i lebih mengetahui tentang :
1. Berbagai
teori mengenai masuknya kerajaan Islam di Indonesia,
2. Metode
yang digunakan dalam penyebaran kerajaan Islam di Indonesia,
3. Sejarah
masuknya kerajaan Islam di Indonesia,
4. Proses
masuknya kerajaan Islam di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Sejarah Masuknya Islam di Indonesia
Kedatangan
Islam di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula
kerajaan-kerajaan dan daerah-daerah yang didatanginya mempunyai situasi politik
dan sosial budaya yang berlainan. Proses masuknya Islam ke Indonesia memunculkan
beberapa pendapat. Para Tokoh yang mengemukakan pendapat itu diantaranya ada
yang langsung mengetahui tentang masuk dan tersebarnya budaya serta ajaran
agama Islam di Indonesia. Adanya proses masuknya islam ke Indonesia memunculkan
beberapa pendapat. Diantaranya para tokoh ada yang langsung mengetahui masuk
dan tersebarnya budaya dan ajaran agama islam di Indonesia, ada pula yang
melalui berbagai penelitian. Diantara tokoh-tokoh itu adalah Marcopolo,
Muhammad Ghor, Ibnu Bathuthah, Dego Lopez de Sequeira, Sir Richard Wainsted.
Sejarah
masuknya islam di Indonesia, dilandasi oleh peran para pedagang arab yang
melakukan penyebaran agama islam di Indonesia. Awal masuknya agama islam di
Indonesia pada abad ke 7 masehi, namun dimasa ini belum banyak yang menganut
dikarenakan masih terpengaruh oleh kekuasaan Hindu-Budha di Indonesia. Penyebaran
agama islam terhitung lama karena dimulai pada abad ke 7 hingga ke 13 masehi.
Selama masa tersebut, para pedagang makin intensif dalam menyebarkan islam.
Penyebaran agama islam juga tidak lepas dari peran para pedagang Indonesia yang
sudah memeluk agama islam serta para mubaligh. Pengaruh
islam makin kuat pada masyarakat yang tinggal di daerah pantai.
Pada akhir
abad ke 12 masehi. Kekuasaan ekonomi dan politik kerajaan Sriwijaya mulai
turun. Seiring merosotnya sriwijaya, pedagang islam makin giat dalam melakukan
peran politiknya. Kemudian sekitar tahun 1285, mulai berdiri kerajaan yang
bercorak islam yaitu Samudra Pasai. Berdiri pula kerajaan baru yaitu kesultanan
Malaka.
Perkembangan
agama islam juga tidak lepas dari runtuhnya kerajaan Majapahit pada awal abad
ke 15. Banyak daerah yang akhirnya melepaskan diri dari majapahit. Kemudian
pada tahun 1500 demak berdiri sebagai kerajaan islam pertama di pulau jawa. Di luar
jawa, perkembangan agama islam juga terlihat dari munculnya kesultanan ternate,
kesultanan banjar hingga kesultanan gowa. Melalui kerajaan-kerajaan islam
inilah, agama islam makin berkembang pesat dan tersebar hingga seluruh wilayah
indonesia. Agama islam juga tidak hanya dianut oleh para penduduk wilayah pantai,
namun menyebar sampai daerah-daerah di pedalaman.
2.2 Teori Masuknya Islam Di Indonesia
Tedapat
tiga teori tentang masuknya agama islam ke Indonesia yakni Teori Gujarat, Teori
Makkah, Teori Persia. Ketiga teori tersebut, saling mengemukakan perspektif
kapan masuknya islam, asal negara, penyebar atau pembawa islam, asal negara,
penyebar atau pembawa islam keindonesia. Ketiga teori ini tidak membicarakan
masuknya agama islam ke tiap-tiap pulau yang ada di indonesia melainkan hanya
menganalisis masuknya agama islam ke sumatera dan jawa, karena kedua wilayah
ini merupakan sampel untuk wilayah indonesia lainnya.
Masuknya
agama islam kepulau tersebut menetukan perkembangan islam ke pulau lainnya.
Berikut ini adalah ketiga teori tersebut :
A. Teori
Gujarat
Teori
ini mengatakan bahwa proses kedatangan islam ke indonesia berasal dari Gujarat
pada abad ke- 7 H atau pada abad ke- 13 M.
Gujarat ini terletak di india bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab.
Tokoh yang menyosialisasikan teori ini kebanyakkan adalah sarjana dari belanda.
Sarjana pertama yang mengemukakan teori ini adalah J. Pijnapel Dari Universitas
Leiden pada abad ke- 19. Menurutnya orang-orang Arab bermazhab syafei telah
bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal hijriyyah (abad ke 7 Masehi), namun
yang menyebarkan agam islam keindonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang
Arab langsung, melainkan pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan
berdagang ke dunia timur, termasuk indonesia.
Dalam
perkembangan selanjutnya, teori Pijnapel ini diamini dan di sebarkan oleh
seorang orientalis terkemuka Belanda, Snouck Hurgronje. Menurutnya, Islam telah
lebih dulu berkembang di kota-kota pelabuhan Anak Benua India. Orang-orang
Gujarat telah lebih awal membuka hubungan dagang dengan Indonesia dibandingkan
dengan pedagang Arab. Dalam pandangan Hurgronje, kedatangan orang Arab terjadi
pada masa berikutnya. Orang-orang Arab
yang datang ini kebanyakan adalah keturunan Nabi Muhammad yang menggunakan gelar “sayid”
“atau” “syarif “ didepan namanya.
Teori
Gujarat kemudian juga dikembangkan oleh J.P. Moquetta (1912), yang memberikan
argumentasi dengan batu nisa Sultan Malik Al-Saleh yang wafat pada tanggal 17
Dzulhijjah 831 H/1297 M di pasai, Aceh. Menurutnya, batu nisan dipasai dan
makam Maulanan Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 di Gresik, jawa timur,
memiliki bentuk yang sama dengan nisan yang terdapat di kambay, Gujarat.
Moquetta akhirnya berkesimpulan bahwa batu nisan tersebut diimpor dari Gujarat,
atau setidaknya dibuat oleh orang Gujarat atau orang indonesia yang telah
belajar kaligrafi khas Gujarat.
Alasan
lainnya adalah kesamaan mazhab syafi’i yang dianut masyarakat muslim di Gujarat
dan indonesia. Dalam perkembangannya, teori Gujarat dibatah oleh banyak ahli.
Bukti-bukti yang lebih akurat seperti berita dari Arab, persia, Turki, dan Indonesia
memperkuat keterangan bahwa islam masuk di indonesia bukan dibawa pedagang
Gujarat.
Sejarawan
Azyumardi Azra menjelaskan bahwa Gujarat dan kota-kota di anak benua india
hanya tempat persinggahan bagi pedagang Arab sebelum melanjutkan perjalanan ke
Asia Tenggara dan Asia Timur. Pada abad XII-XIII Masehi wilayah Gujarat masih
dikuasai pengaruh Hindu yang kuat. Dari berbagai argumen teori Gujarat yang di
kemukakan oleh beberapa sejarawan, ahli antropologi, dan ahli ilmu politik,
analisis mereka terlihat Hindu sentris, karena beranggapan bahwa seluruh
perubahan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama di indonesia tidak mungkin
terlepas dari pengaruh india. Teori Gujarat ini tentu terdapat kelemahannya,
bila dibandingkan dengan teori makkah.
B. Teori Arab/
Makkah
Teori ini
dikemukakan oleh Sir Thomas Arnold, Crawfurd, Niemann, dan De Holader. Arnold
berpendapat bahwa islam juga berasal dari Arab, dengan bukti adaya kesamaan
madzhab antara di Coromandel dan Malabar dengan madzhab mayoritas masyarakat
islam yaitu madzhab syafi'i. yang dibawa oleh pedagang yang menyebarkan islam
di Indonesia antara india dengan Indonesia. Arnold juga berpendapat bahwa
pedagang Arab membawa islam ke Indonesia sejak abad ke 7 masehi dan ke 8
masehi. Dan mereka melakukan perkawinan dengan penduduk setempat, sehingga
muncullah komunitas muslim.
Crawfurd
menyatkan bahwa islam dikenalkan langsung dari Arab.dan juga menegaskan bahwa
hubugan melayu dan Indonesia dengan kaum muslim di pesisir timur india
merupakan faktor penting. Niemann dan hollader menyatakan islam datang dari
Handramaut karena adanya kesamaan madzhab. Sejumlah
para ahli setuju dengan pendapat ini, mereka memberi alasan bahwa madzhb
syafi'I di Makkah mendapat pengeruh yang luas di Indonesia. Mereka juga
berpendapat pada tahun ke 674 masehi telah terdapat perkampungan Arab islam di
pantai Barat Sumatra.
Menurut
Azyumardi Azra ada empat hal yang disampaikan histografi tradisional berkaitan
dengan islamisasi Indonesia. Pertama, islamiasi berasal dari Arab. Kedua, islam
dibawa oleh juru dakwah profesional. Ketiga, yang pertama kali masuk islam
yaitu berasal dari kalangan penguasa. Keempat, sebagian besar juru dakwah
datang ke Indonesia pada abad ke 12 dan abad 13 masehi. Tetapi baru abad ke 12
masehi sampai abad 16 masehi pengaruh islam di Indonesia tampak jelas dan kuat.
C. Teori Persia
Teori ini
dikemukakan oleh P.A. Hoesein Djajadiningrat. Dalam teori ini dinyatakan bahwa
islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13 masehi di Sumatra yang berpusat di
Samudra Pasai. Bukti yang dikemukakan antara lain : adanya peringatan 10
muharram atau asyura yang merupakan tradisi berkembang dalam masyarakat syiah
untuk memperingati hari kematian Husain di Karbelaka, adanya persamaan ajaran
hallaj yaitu tokoh sufi iran dengan ajaran Syeikh Siti Jenar, persamaan system
mengeja huruf Arab bagi pengajian Al-Qur'an tingkat awal, adanya persamaan batu
nisan yang ada di makam Malik Shalih dan pada makam Malik Ibrahim,
Selain dari tiga teori di atas ada juga salah satu
teori yang menjelaskan tentang sejarah masuknya islam ke Indonesia, yaitu teori
Cina. Teori ini
menyatakan bahwa islam datang di Indonesia bukan dari timur tengah, Arab maupun
Gujarat atau india tetapi dari Cina. Pada abad ke 9 masehi adanya pengungsi
cina ke jawa, kemudian pada abad ke 8 masehi sampai abad ke 11 masehi sudah ada
pemukiman Arab muslim di Cina dan di Campa. Cina memiliki peranan yang besar
dalam perkembangan islam di Indonesia. Arsitektur Demak dan juga berdasarkan
beberapa catatan sejarah beberapa sultan dan sunan yang berperan dalam
penyebaran agama islam di Indonesia adalah keturunan Cina, misalnya Raden Patah
yang memiliki nama Cina Jin Bung.
Nurcholis
Majdid mengemukakan bukti bahwa islam tidak berasal dari Arab dengan adanya
kata-kata dari bahasa arab yang tidak murni menurut lafal aslinya. Proses
islamisasi tidak memiliki awal yang pasti, juga tidak berakhir. Islamisasi
merupakan proses berkesinambungan yang selain mempengaruhi masa kini, juga masa
yang kan datang. Islam telah dipengaruhi oleh lingkungannya, tempat islam
berpijak dan berkembang. Disamping itu islam menjadi tradisi tersendiri yang
tertanam dalam konteks sosiologi, ekonomi dan politik.
2.3
Saluran Penyebaran Agama Islam di Indonesia
Datangnya islam di Indonesia dan penyebarannya
dilakukan secara damai. Adapun saluran-saluran islam yang berkembang adalah :
1.
Saluran Perdagangan
Secara umum
perdagangan yang dilakukan pedagang muslim dapat digambarkan dengan : mula-mula
mereka berdatangan di tempat-tempat pusat perdagangan yang kemudian diantaranya
ada yang bertempat tinggal, baik untuk sementara maupun untuk menetap. Lambat
laun tempat tinggal mereka berkembang menjadi perkampungan (pejokan). Merupakan
saluran yang dipilih di awal.
2.
Saluran Perkawinan
Saluran
islam yang melalui perkawinan yaitu antara pedagang atau saudagar dengan wanita
pribumi yang memiliki jalinan erat, jalinan baik ini kadang diteruskan dengan
perkawinan antara kaum putri pribumi dengan para pedagang islam yang kemudian
wanita tersebut masuk islam. Melalui perkawinan inilah terlahir seorang muslim.
Dari sudut ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial yang lebih baik
dari pada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi, terutama putri
bangsawan tertarik untuk menjadi istri saudagar tersebut. Sebelum kawin, mereka
di islamkan terlebih dahulu. Setelah mereka memiliki keturunan, lingkungan
mereka semakin luas. Akhirnya timbul kampung-kampung, daerah-daerah, dan kerajaan-kerajaan
muslim.
- Saluran Pendidikan
Menyebarkan
agama islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren yang
merupakan tempat pengajaran agama islam bagi para santri. Untuk memperdalam
ajaran-ajaran agama islam yang kemudian menyebarkannya di Indonesia.
- Saluran Kesenian
Penyebaran islam
menggunakan media-media kesenian seperti pertunjukan wayang, yang digemari oleh
masyarakat. Melalui cerita-cerita wayang yang disisipkan ajaran agama islam.
Seni gamelan juga mengundang masyarakat untuk melihat pertunjukan tersebut,
yang selanjutnya diadakan dakwah agama islam.
- Saluran Tasawuf
Tasawuf
termasuk kategori yang berfungsi dalam membentuk kehidupan social bangsa
Indonesia. Dalam hal ini ahli tasawuf hidup dalam kesederhanaan, dan selalu
berusaha menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama ditengah-tengah
masyarakatnya. Jalur tasawuf, yaitu proses penyebaran islam yang dilakukan
dengan cara menyesuaikan pola pikir masyarakat Indonesia yang masih
berorientasi pada ajaran-ajaran agama Hindu-Budha di Indonesia dengan nilai-nilai
islam yang mudah dimengerti dan diterima.
- Saluran Dakwah
Yaitu proses
penyebaran islam yang dilakukan dengan cara memberi penerangan tentang agama
islam seperti yang dilakukan oleh para uama terutama peran wali songo.
2.4 Bukti-Bukti
Masuknya Islam di Indonesia
a. Surat raja
Sriwijaya
Prof. Dr.
Azyumardi Azra dalam bukunya 'jaringan ulama nusantara' menyebutkan bahwa islam
masuk di Indonesia pada masa kerajaan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan dengan
adanya surat yang dikirim oleh raja Sriwijaya pada Umar bin Abdul Aziz yang
berisi ucapan selamat atas terpilihnya Umar bin Abdul Aziz sebagai pemimpin
dinasti Muawiyah.
b. Makam
Fatiman binti Maimun
Berdasarkan
penelitian sejarah telah ditemukan sebuah akam islam di Leran, Gresik. Pada
batu nisan dari makam tersebut tertulis nama seorang wanita, yaitu Fatimah
binti Maimun dan angka tahun 1082. Artinya, dapat dipastikan bahwa pada akhir
abad ke 11 islam telah masuk di Indonesia. Dengan demikian, dapat diduga bahwa
islam telah masuk dan berkembang di Indonesia sebelum tahun 1082.
c. Makam Sultan
Malik As-Saleh
Makam sultan
Malik As-Saaleh yang berangka tahun 1297 merupakan bukti bahwa islam telah
masuk dan berkembang di daerah Aceh pada abad ke 12 masehi. Mengingat Malik As
Saleh adalah seorang Sultan, maka dapat diperkirakan bahwa islam telah masuk ke
daerah Aceh jauh sebelum Malik As Saleh mendirikan samudra pasai.
- Cerita Marco Polo
Pada tahun
1092 Marco Polo, seorang musafir dariVenesia (italia) singgah di Perlak dan
beberapa tempat di Aceh bagian Utara. Marco Polo sedang melakukan peralanan
dari Venesia ke negeri Cina. Ia menceritakan bahwa pada abad ke 11, islam telah
berkembang di Sumatra bagian utara. Ia juga menceritakan bahwa islam telah
berkembang sangat pesat di jawa.
- Cerita Ibnu Battutah
Pada tahun
1345, Ibnu Battutah mengnjungi amudra pasi. Ia menceritakan bahwa sultan
samudra pasai sangat baik terhadap ulama dan rakyatnya. Disamping itu, ia
menceritakan bahwa samudra pasai merupakan kesultanan dagang yang sangat maju.
Disana Ibnu Battutah bertemu dengan para pedagang dari India, Cina, dan Jawa.
2.5 Penerimaan Islam Oleh Pribumi
Islam datang di Indonesia melalui
perdagangan-perdagangan dengan damai, bukan melalui perang, kekerasan atau
paksaan. Penerimaan islam melalui beberapa hal diantaranya :
- Melalui perdagangan oleh pra pedagang yang melakukan pelayaran.
- Dilakukan oleh para mubaligh datang bersama para pedagang, juga para sufi, mereka adalah sufi pengembara.
- Melalui perkawinan pedagang muslim, mubaligh dengan anak bangsawan Indonesia.
- Para pedagangan yang sudah mapan, mereka mendirikan pusat pendidikan atau pusat penyebaran islam, kerajaan samudra pasai misalnya sebagai pusat dakwah.
- Melalui para sufi dengan kelompok terekatnya, menyebar ke Indonesia.
Dengan demikian pada abad sekitar 13
masehi islam telah menyebar di Indonesia dan diterima oleh penduduk, bukan saja
pada daerah pantai dan pesisir, akan tetapi sudah diperkirakan sampai ke
pelosok-pelosok kampung.
2.6 Indonesia Masa Perkembangan
Islam di Kerajaan-Kerajaan
Islam dimulai dari kehadiran individu-individu dari arab, atau penduduk asli yang telah memeluk islam. Dengan usaha mereka islam tersebar sedikit demi sedikit an secara perlahan-lahan. Langkah penyebaran islam mulai dilakukan secara bersar-besaran ketika dakwah telah memiliki orang-orang khusus untuk menyebarkan dakwah. Setelah fase itu kerajaan-kerajaan islam mulai terbentuk di kepulauan ini. Diantara kerajaan-kerajaan tersebut yaitu :
1. Kerajaan Malaka (803-917 H/ 1400-1511 M)
Malaka dikenal sebagai pintu gerbang Nusantara. Letak geografis Malaka Sangat Menguntungkan, yang menjadi jalan silang antara Asia Timur dan Asia Barat, yang membuat Malaka menjadi kerajaan yang berpengaruh atas daerahnya. Malaka menjalin hubungan baik dengan jawa, juga menjalin hubungan dengan pasai. Dengan kedatangan jawa dan pasai perdagangan di Malaka menjadi ramai. Kesultanan Malaka mempunyai pengaruh di daerah Sumatera dan sekitarnya, dengan mempengaruhi daerah-daerah tersebut untuk masuk Islam seperti: Rokan Kampar, India Giri dan Siak, dan kesultanan Malaka merupakan pusat perdagangan internasional antara Barat dan Timur, pelabuhan transit. Maka dengan didudukinya kesultanan Malaka oleh portugis tahun 1511, maka kerajaan di Nusantara menjadi tumbuh dan berkembang karena jalur Selat Malaka tidak digunakan lagi oleh pedagang muslim sebab telah diduduki oleh portugis. Dengan demikian tidaklah akan dicapai kemajuan oleh kerajaan Malaka jika kerajaan itu tidak mempunyai peraturan-peraturan tertentu, yang memberi jaminan lumayan kepada keamanan perdagangan. Disamping aturan yang diterapkan juga system pemerintahannya sangat baik dan teratur. Seperti contohnya aturan bea cukai, aturan tentang kesatuan ukuran, sistem pemakaian uang logam dan sebagainya. Di samping aturan yang diterapkan juga sistem pemerintahannya sangat baik dan teratu
Islam dimulai dari kehadiran individu-individu dari arab, atau penduduk asli yang telah memeluk islam. Dengan usaha mereka islam tersebar sedikit demi sedikit an secara perlahan-lahan. Langkah penyebaran islam mulai dilakukan secara bersar-besaran ketika dakwah telah memiliki orang-orang khusus untuk menyebarkan dakwah. Setelah fase itu kerajaan-kerajaan islam mulai terbentuk di kepulauan ini. Diantara kerajaan-kerajaan tersebut yaitu :
1. Kerajaan Malaka (803-917 H/ 1400-1511 M)
Malaka dikenal sebagai pintu gerbang Nusantara. Letak geografis Malaka Sangat Menguntungkan, yang menjadi jalan silang antara Asia Timur dan Asia Barat, yang membuat Malaka menjadi kerajaan yang berpengaruh atas daerahnya. Malaka menjalin hubungan baik dengan jawa, juga menjalin hubungan dengan pasai. Dengan kedatangan jawa dan pasai perdagangan di Malaka menjadi ramai. Kesultanan Malaka mempunyai pengaruh di daerah Sumatera dan sekitarnya, dengan mempengaruhi daerah-daerah tersebut untuk masuk Islam seperti: Rokan Kampar, India Giri dan Siak, dan kesultanan Malaka merupakan pusat perdagangan internasional antara Barat dan Timur, pelabuhan transit. Maka dengan didudukinya kesultanan Malaka oleh portugis tahun 1511, maka kerajaan di Nusantara menjadi tumbuh dan berkembang karena jalur Selat Malaka tidak digunakan lagi oleh pedagang muslim sebab telah diduduki oleh portugis. Dengan demikian tidaklah akan dicapai kemajuan oleh kerajaan Malaka jika kerajaan itu tidak mempunyai peraturan-peraturan tertentu, yang memberi jaminan lumayan kepada keamanan perdagangan. Disamping aturan yang diterapkan juga system pemerintahannya sangat baik dan teratur. Seperti contohnya aturan bea cukai, aturan tentang kesatuan ukuran, sistem pemakaian uang logam dan sebagainya. Di samping aturan yang diterapkan juga sistem pemerintahannya sangat baik dan teratu
2.
Kerajaan Aceh
(920-1322 H/1514-1904 M)
Pendiri kerajaan Aceh adalah Sultan
Ibrahim (1514-1528), Aceh menerima islam dari pasai yang kini menjadi bagian
wilayah Aceh dan pergantian agama diperkirakan terjadi mendekati pertengahan
abad ke 14. Pada abad ke 16, Aceh mulai memegang peranan penting dibagian utara
pulau Sumatra. Pengaruh Aceh ini meluas dari Barus di sebelah utara higga
sebelah selatan di daerah Indrapura.
Kerajaan Aceh yang letaknya di
daerah yang sekarang dikenal dengan kebupaten Aceh Besar. Disini pula terletak
ibu kotanya. Aceh mengalami kemajuan ketika saudagar-saudagar muslim yang
sebelumnya datang di Malaka kemudian memindahkan perdagangannya ke Aceh, ketika
Portugis menguasai Malaka tahun 1511. Ketika Malaka dikuasai portugis, maka
daerah pengaruhnya yang terdapat di Sumatra mulai melepaskan diri dari Malaka.
Hal ini sangat menguntungkan kerajaan Aceh yang mulai berkembang. Dibawah
kekuasaan Ibrahim, kerajaan Aceh mulai melebarkan kekuasaannya ke daerah-daerah
sekitar.
Bahwa Islam baik sebagai kekuatan
sosial agama maupun sebagai kekuatan sosial politik, pertama-tama
memperlihatkan dirinya di nusantara ini adalah di negeri Perlak. Dari negeri
inilah pertama kali Islam memancar ke peloksok tanah air Indonesia. Kerajaan
Islam Perlak terus hidup merdeka sampai dipersatukan dengan kerajaan Samudera
Pasai pada zaman pemerintahan sultan Malik Ash Saleh 1289-1326 M. Kerajaan
Samudera Pasai berlangsung sampai tahun 1524 M, pada tahun 1521 kerajaan ini
ditaklukan oleh portugis yang menduduki selama tiga tahun. Pada tahun 1524 M
dianeksasi oleh kerajaan Aceh yang kemudian kerajaan Pasai berada di bawah
kekuasaan Aceh. Dari Pasai dan Aceh Islam kemudian memancar ke seluruh peloksok
nusantara yang terjangkau oleh juru dakwahnya.
Kejayaan kerajaan Aceh ada puncaknya
ketika diperintahkan oleh Iskandar Muda, ia mampu menyatukan kembali wilayah
yang telah memisahkan diri dari Aceh kebawah kekuasaannya kembali. Pada
masanya, Aceh terus berkembang untuk masa beberapa tahun. Pengetahuan agama
maju dengan pesat. Akan tetapi tatkala beberapa sultan perempuan menduduki
singgasana tahun 1641-1699, beberapa wilayah taklukannya lepas dan kesultanan
menjadi pecah belah. Pada abad ke 18 Aceh hanya sebagai kenangan masa silam
dari bayangannya sendiri. Akhirnya kesultanan Aceh menjadi mundur.
3.
Kerajaan Demak (918-960 H/ 1512-1552 M)
Di jawa, islam di sebarkan oleh para
wali songo (wali Sembilan), mereka tidak hanya berkuasa dalam lapangan
keagamaan, tetapi juga dalam hal pemerintahan dan politik, bahkan sering kali
seorang raja baru akan sah menjadi raja apabila ia sudah diakui dan diberkahi
wali songo. Demak merupakan salah satu kerajaan bercorak islam yang berkembang
di pantai utara pulau jawa, raja pertamanya adalah Raden Patah. Sebelum
berkuasa penuh atas Demak, Demak masih menjadi daerah Majapahit. Baru Raden
Patah berkuasa penuh setelah mengadakan pemberontakan yang dibantu oleh para
ulama atas Majapahit. Dapat dikatakan bahwa pada abad ke 16, Demak telah
menguasai seluruh Jawa.
Perkembangan dan kemajuan islam di
pulau jawa ini bersamaan dengan melemahnya posisi raja Majapahit. Hal ini
memberi peluang kepada raja-raja islam pesisir untuk membangun pusat-pusat
kekuasaan yang independen. Dibawah bimbingan Sunan Kudus, meskipun bukan yang
tertua dari wali songo. Demak akhirnya berhasil menggantikan Majapahit sebagai
keratin pusat. Demak menempatkan pengaruhnya di pesisir utara Jawa Barat itu
tidak dapat dipisahkan dari tujuannya yang bersifat politis dan ekonomi.
Politiknya adalah untuk mematahkan kerajaan pajajaran yang masih berkuasa di
daerah pedalaman, dengan portugis di Malaka.
4.
Kerajaa Banten (960-1096 H/1552-1684 M)
Banten merupakan kerajaan islam yang
mulai berkembang pada abad ke 16, setelah pedagag-pedagang India, Persia, mulai
menghindari Malaka yang sejak tahun 1511 telah dikuasai Portugis. Dilihat dari
geografisnya, Banten, pelabuhan yang penting dan ekonominya mempunyai letak
yang strategis dalam penguasa Selat Sunda. Kerajaan islam di Banten yang semula
kedudukannya di Banten Girang dipindahkan ke kota Surosowan, di Banten lama
dekat pantai. Dilihat dari sudut ekonomi dan politik, pemindahan ini
dimaksudkan untuk memudahkan hubunngan antara pesisir utara jawa dengan
Sumatra, melalui selat sunda dan samudra Indonesia. Situasi ini berkaitan
dengan kondisi politik di Asia Tenggara masa itu setelah Malaka jatuh ke tangan
Portugis, para pedagang yang segan berhubungann dengan Portugis mengalihkan
jalur pelayarannya melalui Selat Sunda.
Tentang keberadaan islam di Banten,
Tom Pires menyebutkan, bahwa di daerah Cimanuk, kota pelabuhan dan batas
kerajaan Sunda dengan Cirebon, banyak dijumpai orang islam. Ini berarti pada
akhir abad ke 15 masehi di wilayah kerajaan Sunda Hindu sudah ada masyarakat
yang beragama islam. Karena tertarik dengan budi pekerti dan ketinggian ilmuya,
maka Bupati Banten menikahkan Syaraif Hidayatullah dengan adik perempuannya
yang bernama Nhay Kawungaten. Dan dikaruniai dua anak yang diberi nama Ratu
Winoan dan Hasanuddin. Karena panggilan uwaknya, tugas penyebaran islam di
Banten diserahkan pada Hasanuddin, yang kemudian menikahi puteri Demak dan
dianggap raja islam pertama di Banten.
5.
Kerajaan Goa (Makassar) (1078 H/1667 M)
GoaTallo adalah kerajaan bercorak
islam di semenanjug Sulawesi. Kerajaan ini menerima islam pada tahun 1605 M.
Rajanya yang terkenal dengan nama umaparisi-Kallona yang yag berkuasa pada
akhir abad ke 15 dan permulaan abad ke 16. Kerajaan Goa Tallo menjalin hubungan
dengan Ternate yang menerima islam dari Gresik atau Giri. Ternate mengajak Goa
Tallo untuk masuk islam, namun gagal. Islam baru berhasil masuk goa Tallo pada
waktu datuk ri Bandang datang ke kerajan Goa Tallo. Sultan Alauddin adalah raja
pertama yang memeluk agama islam tahun 1605 masehi. Penyebaran islam yng
dilakukan Goa Tallo berhasil, hal ini merupakan tradisi yang mengharuskan
seorang raja untuk menyampaikan hal baik pada yang lain. Seperti Wulu, Wajo,
Sopeg, dan Bone. Luwu terlebih dulu masuk islam, sedangkan Wajo dan Bone harus
melalui peperangan dahulu. Raja Bone yang pertama masuk islam ialah yang dikenal
sebagai Sultan Adam.
6.
Kerajaan Maluku
Kerajaan Maluku terletak di daerah Indonesia
bagian timur. Kedatangan islam ke Indonesia bagian timur yaitu Maluku, tidak
bisa dipisahkan dari jalan perdagangan yang terbentang antar Jawa dan Maluku. Menurut
tradisi setempat, sejak abad ke 14 islam sudah datang di daerah Maluku. Masuknya
islam di Maluku, di bawa oleh Maulana Hasayu. Hal ini terjadi pada masa pemerintahan
Marhum di Ternate.
Raja pertama yang benar-benar muslim
adalah Zayn Al-Abidin (1486-1500), ia sendiri mendapat ajaran agama tersebut
dari madrasah Giri. Zainal Abidin ketika di Jawa terkenal sebagai Raja
Bulawa, artinya raja cengkeh, karena membawa cengkeh dari Maluku untuk
persembahan. Tetang masuknya islam ke Maluku, Tome Pires mengatakann bahwa
kapal-kapal dagang dari Gresik ialah milik Pate Cucuf. Raja ternate yang
disebut Sultan sedang yang lainnya digelari raja. Di Banda, Hitu, Maluku dan
Bacan sudah terdapat masyarakat muslim. Siuasi politik ketika kedatangan islam
di kepulauan Maluku tidak seperti di jawa. Disana orang-orang muslim tidak
menghadapi kerajan-kerajaan yang sedang mengalami perpecahan karena usia islam
masih muda di ternate.
Dalam proses masuknya islam di
Maluku menghadapi persaingan politik dan monopoli peragangan di antara
orag-orang portugis, spanyol, belanda, dan inggris. Persaingan diantara
pedagang-pedagang ini pula menyebabkan persaingan diantara kerajaan-kerajaan
islam sendiri sehingga pada akhirnya daerah Maluku jatuh ke bawah kekuasaan
politik dan ekonomi Belanda.perebutan kekuasaan Negara, mereka datang dan
mengembangkan islam dengan melalui pedagangan, dakwah dan melalui perkawinan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kedatangan Islam
di berbagai daerah Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula kerajaan-kerajaan dan daerah-daerah yang didatanginya mempunyai situasi politik dan sosial budaya yang
berlainan. Proses masuknya Islam ke
Indonesia memunculkan beberapa pendapat. Para Tokoh yang mengemukakan pendapat itu diantaranya ada yang
langsung mengetahui tentang masuk dan
tersebarnya budaya serta ajaran agama Islam di Indonesia, ada pula yang melalui berbagai bentuk penelitian seperti yang
dilakukan oleh orang-orang barat (eropa) yang datang ke Indonesia.
Diterimanya Islam oleh
penduduk pribumi, secara bertahap membuat Islam terintegrasi dengan tradisi,
norma dan tatanan kehidupan keseharian penduduk lokal. Hal ini menunjukan bahwa
bangsa Indonesia mudah menerima nilai-nilai dari luar dan menjadi bukti akan
keterbukaan sikap mereka. Sikap ini pada gilirannya telah ikut membentuk
komunitas-komunitas muslim di daerah pesisir yang pada mulanya sebagai tempat
interaksi antara penduduk local dengan bangsa- bangsa asing, seperti yang
disebutkan para pakar dalam teori di atas, yaitudari Arab, Persia, India dan
China. Salah satu bukti kehadiran bangsa-bangsa asing tersebut adalah adanya
pekampungan yang disebut Pakojan (perkampunga norang-orangArab), Pachinan
(perkampungan orang-orang china), Keling (perkampungan orang-orang India) dan
lain sebagainya di Indonesia.
3.2
Saran
Islam merupakan
agama yang cintai damai. Oleh sebab itu sebagai penganut agama
Islam hendaknya kita saling menjaga dan saling menghargai dengan keberagaman dan perbedaan yang ada di
Indonesia. Tidak mudah terprovokasi
terhadap berita-berita yang mudah memecah belah antar agama dan yang membenturkan agama terhadap kepentingan pribadi
dan kepentingan kelompok dan lain
sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Edyar,
Busman, dkk (Ed.). 2009. Sejarah
Peradaban Islam, Jakarta: Pustaka Asatruss.
Hasanah, Mardiana Nur. 2013. Teori
Masuknya Islam di Indonesia.
Machfud
Syaefudin. 2013. Dinamika peradaban islam. Yogyakarta: CV. Pustaka ilmu group.
Supriyadi, Dedi. 2010. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Komentar
Posting Komentar