Sejarah. Zaman Sebelum Mengenal Tulisan (Prasejarah) Kelompok I
MAKALAH
KONSEP
DASAR SEJARAH
ZAMAN
SEBULUM MENGENAL TULISAN
(
PRASEJARAH )
Dosen
pengampu : Ratna Khairunnisa, S.Pd.,M.Pd

Dibuat
oleh Kelompok 2 :
Avrizal
Abdilah : 1986206159
Agata
Prisilia : 1986206175
Putri
Nurdea Vita : 1986206056
Ema
: 1986206032
Marselina
Nyinaq : 1986206128
JURUSAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
WIDYA GAMA MAHAKAM
SAMARINDA
2020
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga penulis dapat
menyelsaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya
penulis tidak akan sanggup untuk menyelsaikan Makalah ini dengan baik.
Penulis
mengucapkan syukur kepada Allah atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa
sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu menyelsaikan Makalah sebagai tugas dari
mata kuliah Kosep Dasar Sejarah dengan judul
“Zaman Sebelum Mengenal Tulisan ( Prasejarah )”.
Penulis
tentu menyadari bahwa Makalah
ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta
kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari
pembaca untuk Makalah
ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik
lagi. kemudian apabila terdapat banyak
kesalahan pada Makalah
ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Demikian, semoga makalah ini
dapat bermanfaat. Terimakasih.
Samarida, 13 Maret 2020
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR......... ... ................................................................................... 1
DAFTAR ISI....................... ... ................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAH
1.1 Latar Belakang ............ ...................................................................................... 3
1.2 Identifikasi Masalah.... ...................................................................................... 3
1.3 Tujuan ......................... ... ................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian ................... ... ................................................................................... 5
2.2 Pembagian Zaman Prasejarah............................................................................. 5
2.3 Berdasarkan Hasil Budaya.................................................................................. 6
2.4 Kebudayaan Batu Madya ( Mesolithikum )........................................................ 7
2.5 Kebudayaan Batu Muda ( Neolithikum )............................................................ 7
2.6 Kebudayaan Batu Besar ( Megalithikum ).......................................................... 8
2.7 Kebudayaan Zaman Logam ............................................................................... 9
2.8 Zaman Logam ............. ...................................................................................... 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ................. ...................................................................................... 12
3.2 Saran............................ ... ................................................................................... 12
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Zaman Prasejarah (praaksara) sering
disebut juga Zaman Nirleka, artinya yaitu zaman dimana manusia belum mengenal
tulisan, (nir) artinya tidak dan (leka) artinya tulisan/aksara. Permulaan zaman
ini itu belum diketahui secara
pasti. Namun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh R.Soekmono dapat diketahui
bahwa batasan zaman prasejarah diawali dengan kehadiran makhluk sejenis manusia
disuatu daerah dan berakhir saat sudah ditemukannya sumber tertulis.
Manusia muncul di bumi itu sekitar 3 juta tahun yang lalu .
Tepatnya pada masa plestosin. Pada masa itu keadaan
bumi masih ber ubah-ubah. Perubahan ini terjadi karena naik turunnya suhu udara
dan panas dingin.
1.1.2 PEMBAGIAN
ZAMAN PRASEJARAH
1. 1.2.1 Zaman Arkhaikum Arkhaikum
adalah zaman tertua atau zaman permulaan dalam perkembangan bumi. Ada yang
mengatakan bahwa berusia 2.500 juta tahun yang lalu ada juga yang mengatakan 1
milyar tahun yang lalu. Pada masa ini keadaan bumi belum setabil dan belum ada
tanda-tanda kehidupan.
1.1.2.2 Zaman Palaezoicum , yaitu
zaman hidup tertua yang berlangsung kira-kira 340 juta tahun. Zaman ini sudah
ada kehidupan, yakni dimulai adanya binatang kecil yang tidak bertulang
belakang, jenis ikan, ampibi, dan reptil.
1.1.2.3 Zaman
mesozoikum, yaitu zaman hidup pertengahan yang berlangsung kira-kira 140 juta
tahun. Zaman ini ditandai dengan munculnya jenis reptil raksasa, seperti
dinosaurus (panjangnya 12 meter) dan atlant asaurus (panjangnya 30
meter). Selain itu, jenis burung dan binatang menyusui pun telah berkembang.
1.1.2.4 Zaman neozoikum
atau kainozoikum, yaitu zaman hidup baru yang berlangsung kira-kira 60 juta
tahun yang lalu zampai sekarang. Zaman ini terbagi ke dalam:
1.1.2.5 zaman
tertair, yaitu zaman semakin berkembangnya binatang menyusui, sedangkan reptil
besar mulai punah. Jenis kera dan kera-manusia sudah ada pada akhir zaman ini
1.1.2.6 zaman quartair,
yaitu zaman adanya manusia di atas permukaan bumi. Zaman ini dibagi ke dalam
pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun dan zaman holosen
berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu hingga sekarang ini.
Jenis manusia purba telah muncul pada
zaman neozoikum. Manusia merupakan makhluk hidup yang muncul paling terakhir di
dunia. Sebelumnya, dunia ini telah dihuni oleh makhluk-makhluk seperti hewan
menyusui dan jenis kera atau kera-manusia. Selain itu, sebelumnya pun telah
muncul jenis reptil purba seperti dinosaurus dan atlantasaurus. Hewan raksasa
ini ada yang menjadi pemakan tumbuhan dan ada juga yang menjadi pemakan daging.
Jenis hewan seperti ini pada jutaan tahun yang lalu telah punah.
1.2 Identifikasi Masalah
Dalam makalah ini penulis
mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Pengertian
Zaman Sebelum Mengenal Tulisan ( Prasejarah ).
2. Pembagian zaman prasejarah
3. Berdasarkan hasil budayanya
4. Kebudayaan batu madya ( Mesolithikum )
5. Kebudayaan batu muda
( Neolithikum )
6. Kebudayaan batu besar ( Megalithikum )
7. Kebudayaan zaman logam
8. Zaman logam
1.3 Tujuan
Dalam menyusun makalah ini mempunyai
beberapa tujuan yaitu :
1.
Agar mahasiswa mengerti tentang Zaman
Sebelum Mengenal Tulisan ( Prasejarah ).
2.
Agar mahasiswa mengerti makna Zaman Sebelum Mengenal Tulisan ( Prasejarah ).
3. Agar mahasiswa mengerti dan memahami Zaman
Sebelum Mengenal Tulisan ( Prasejarah ).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Zaman Prasejarah (praaksara) sering
disebut juga Zaman Nirleka, artinya yaitu zaman dimana manusia belum mengenal
tulisan, (nir) artinya tidak dan (leka) artinya tulisan/aksara. Permulaan zaman
ini itu belum diketahui secara
pasti. Namun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh R.Soekmono dapat diketahui
bahwa batasan zaman prasejarah diawali dengan kehadiran makhluk sejenis manusia
disuatu daerah dan berakhir saat sudah ditemukannya sumber tertulis.
Manusia muncul di bumi itu sekitar 3 juta tahun yang lalu .
Tepatnya pada masa plestosin. Pada masa itu keadaan
bumi masih ber ubah-ubah. Perubahan ini terjadi karena naik turunnya suhu udara
dan panas dingin.
2.2 Pembagian zaman
prasejarah
Zaman Arkhaikum Arkhaikum
adalah zaman tertua atau zaman permulaan dalam perkembangan bumi. Ada yang
mengatakan bahwa berusia 2.500 juta tahun yang lalu ada juga yang mengatakan 1
milyar tahun yang lalu. Pada masa ini keadaan bumi belum setabil dan belum ada
tanda-tanda kehidupan.
2.2.1c Zaman
Palaezoicum , yaitu zaman hidup tertua yang berlangsung kira-kira 340 juta tahun.
Zaman ini sudah ada kehidupan, yakni dimulai adanya binatang kecil yang tidak
bertulang belakang, jenis ikan, ampibi, dan reptil.
2.2.2 Zaman
mesozoikum, yaitu zaman hidup pertengahan yang berlangsung kira-kira 140 juta
tahun. Zaman ini ditandai dengan munculnya jenis reptil raksasa, seperti
dinosaurus (panjangnya 12 meter) dan atlant asaurus (panjangnya 30
meter). Selain itu, jenis burung dan binatang menyusui pun telah berkembang.
2.2.3 Zaman
neozoikum atau kainozoikum, yaitu zaman hidup baru yang berlangsung kira-kira
60 juta tahun yang lalu zampai sekarang. Zaman ini terbagi ke dalam:
2.2.4 zaman tertair,
yaitu zaman semakin berkembangnya binatang menyusui, sedangkan reptil besar
mulai punah. Jenis kera dan kera-manusia sudah ada pada akhir zaman ini
2.2.5 zaman quartair,
yaitu zaman adanya manusia di atas permukaan bumi. Zaman ini dibagi ke dalam
pleistosen yang berlangsung kira-kira 600.000 tahun dan zaman holosen
berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu hingga sekarang ini.
Jenis manusia purba telah muncul pada
zaman neozoikum. Manusia merupakan makhluk hidup yang muncul paling terakhir di
dunia. Sebelumnya, dunia ini telah dihuni oleh makhluk-makhluk seperti hewan
menyusui dan jenis kera atau kera-manusia. Selain itu, sebelumnya pun telah muncul
jenis reptil purba seperti dinosaurus dan atlantasaurus. Hewan raksasa ini ada
yang menjadi pemakan tumbuhan dan ada juga yang menjadi pemakan daging. Jenis
hewan seperti ini pada jutaan tahun yang lalu telah punah.
2.3 Berdasarkan hasil
budaya
2.3.1 Kebudayaan Batu Tua (Palaeolithikum)
Pada masa ini kehidupan masih
berpindah-pindah. Ciri- cirinya yaitu: Jenis alat yang digunakan kapak genggam,
kapak primbas, dan alat-alat serpih.
2.2.3.1 Kapak
Perimbas
Kapak ini terbuat dari batu, tidak
memiliki tangkai, digunakan dengan cara menggengam. Dipakai untuk menguliti
binatang, memotong kayu, dan memecahkan tulang binatang buruan. Kapak perimbas
banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia, termasuk dalam Kebudayaan
Pacitan. Kapak perimbas dan kapak genggam dibuat dan digunakan oleh jenis
manusia purba Pithecantropus.
2.2.3.2 Kapak Genggam
Kapak genggam memiliki bentuk hampir sama
dengan jenis kapak penetak dan perimbas, namun bentuknya jauh lebih kecil.
Fungsinya untuk membelah kayu, menggali umbi-umbian, memotong daging hewan
buruan, dan keperluan lainnya. Pada tahun 1935, peneliti Ralph von Koenigswald
berhasil menemukan sejumlah kapak genggam di Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa
Timur. Karena ditemukan di Pacitan maka disebut Kebudayaan Pacitan.
2.2.3.3 Alat-alat
Serpih (Flakes)
Alat-alat serpih terbuat dari
pecahan-pecahan batu kecil, digunakan sebagai alat penusuk, pemotong daging,
dan pisau. Alatalat serpih banyak ditemukan di daerah Sangiran, Sragen, Jawa
Tengah, masih termasuk Kebudayaan Ngandong.
2.2.3.4 Perkakas
dari Tulang dan Tanduk
Perkakas tulang dan tanduk hewan banyak
ditemukan di daerah Ngandong, dekat Ngawi, Jawa Timur. Alat-alat itu berfungsi
sebagai alat penusuk, pengorek, dan mata tombak. Oleh peneliti arkeologis
perkakas dari tulang disebut sebagai Kebudayaan Ngandong. Alat-alat serpih dan
alat-alat dari tulang dan tanduk ini dibuat dan digunakan oleh jenis manusia
purba Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
Alat-alat dari Tulang dan
Tanduk Hewan.
2.4 Kebudayaan Batu Madya (Mesolithikum)
Kebudayaan batu madya ditandai oleh adanya
usaha untuk lebih menghaluskan perkakas yang dibuat. Dari penelitian arkeologis
kebudayaan batu madya di Indonesia memiliki persamaan kebudayaan dengan yang
ada di daerah Tonkin, Indochina (Vietnam). Diperkirakan bahwa kebudayaan batu
madya di Indonesia berasal dari kebudayaan di dua daerah yaitu Bascon dan
Hoabind. Oleh karena itu pula kebudayaan dinamakan Kebudayaan Bascon Hoabind.
Hasil-hasil kebudayaan Bascon Hoabind, antara lain berikut ini.
2.4.1 Kapak
Sumatra (Pebble)
Bentuk kapak ini bulat, terbuat dari batu
kali yang dibelah dua. Kapak genggam jenis ini banyak ditemukan di Sepanjang
Pantai Timur Pulau Sumatera, antara Langsa (Aceh) dan Medan.
2.4.2 Kapak
Pendek (Hache courte)
Kapak Pendek sejenis kapak genggam
bentuknya setengah lingkaran. Kapak ini ditemukan di sepanjang Pantai Timur
Pulau Sumatera.
2.4.3 Kjokkenmoddinger
Kjokkenmoddinger berasal dari bahasa
Denmark, Kjokken berarti dapur dan modding artinya sampah. Jadi,
kjokkenmoddinger adalah sampah dapur berupa kulit-kulit siput dan kerang yang
telah bertumpuk selama beribu-ribu tahun sehingga membentuk sebuah bukit kecil
yang beberapa meter tingginya. Fosil dapur sampah ini banyak ditemukan di
sepanjang Pantai Timur Pulau Sumatera.
2.4.4 Abris
sous roche
Abris sous roche adalah gua-gua batu
karang atau ceruk yang digunakan sebagai tempat tinggal manusia purba.
Berfungsi sebagai tempat tinggal.
2.4.5 Lukisan
di Dinding Gua
Lukisan di dinding gua terdapat di dalam
abris sous roche. Lukisan menggambarkan hewan buruan dan cap tangan berwarna
merah. Lukisan di dinding gua ditemukan di Leang leang, Sulawesi Selatan, di
Gua Raha, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, di Danau Sentani, Papua.
2.5 Kebudayaan Batu Muda (Neolithikum)
Hasil kebudayaan zaman batu muda menunjukkan
bahwa manusia purba sudah mengalami banyak kemajuan dalam menghasilkan
alat-alat. Ada sentuhan tangan manusia, bahan masih tetap dari batu. Namun
sudah lebih halus, diasah, ada sentuhan rasa seni. Fungsi alat yang dibuat
jelas untuk pengggunaannya. Hasil budaya zaman neolithikum, antara lain.
2.5.1 Kapak
Persegi
Kapak persegi dibuat dari batu persegi.
Kapak ini dipergunakan untuk mengerjakan kayu, menggarap tanah, dan
melaksanakan upacara. Di Indonesia, kapak persegi atau juga disebut beliung
persegi banyak ditemukan di Jawa, Kalimantan Selatan, Sulawesi, dan
Nusatenggara.
2.5.2 Kapak
Lonjong
Kapak ini disebut kapak lonjong karena
penampangnya berbentuk lonjong. Ukurannya ada yang besar ada yang kecil. Alat
digunakan sebagai cangkul untuk menggarap tanah dan memotong kayu atau pohon.
Jenis kapak lonjong ditemukan di Maluku, Papua, dan Sulawesi Utara.
2.5.3
Mata Panah
Mata panah terbuat dari batu yang diasah
secara halus. Gunanya untuk berburu. Penemuan mata panah terbanyak di Jawa
Timur dan Sulawesi Selatan.
2.5.4 Gerabah
Gerabah dibuat dari tanah liat. Fungsinya
untuk berbagai keperluan.
2.5.5 Perhiasan
Masyarakat pra-aksara telah mengenal
perhiasan, diantaranya berupa gelang, kalung, dan anting-anting. Perhiasan
banyak ditemukan di Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
2.5.6 Alat
Pemukul Kulit Kayu
Alat pemukul kulit kayu digunakan untuk
memukul kulit kayu yang akan digunakan sebagai bahan pakaian. Adanya alat ini,
membuktikan bahwa pada zaman neolithikum manusia pra-aksara sudah mengenal
pakaian.
2.6 Kebudayaan
Batu Besar (Megalithikum)
Istilah megalithikum berasal dari bahasa
Yunani, mega berarti besar dan lithos artinya batu. Jadi, megalithikum artinya
batubatu besar. Manusia pra-aksara menggunakan batu berukuran besar untuk
membuat bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada roh-roh
nenek moyang. Bangunan didirikan untuk kepentingan penghormatan dan pemujaan,
dengan demikian bangunan megalithikum berkaitan erat dengan kepercayaan yang
dianut masyarakat pra-aksara pada saat itu. Bangunan megalithikum tersebar di
seluruh Indonesia. Berikut beberapa bangunan megalithikum.
2.6.1
Menhir
Menhir adalah sebuah tugu dari batu
tunggal yang didirikan untuk upacara penghormatan roh nenek moyang. Menhir
ditemukan di Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.
2.6.2 Sarkofagus
Sarkofagus adalah peti mayat yang terbuat
dari dua batu yang ditangkupkan. Peninggalan ini banyak ditemukan di Bali.
2.6.3 Dolmen
Dolmen adalah meja batu tempat menaruh
sesaji, tempat penghormatan kepada roh nenek moyang, dan tempat meletakan
jenazah. Daerah penemuannya adalah Bondowoso, Jawa Timur.
2.6.4 Peti Kubur Batu
Peti Kubur Batu adalah lempengan batu
besar yang disusun membentuk peti jenazah. Peti kubur batu ditemukan di daerah
Kuningan, Jawa Barat.
2.6.5 Waruga
Waruga adalah peti kubur batu berukuruan
kecil berbentuk kubus atau bulat yang dibuat dari batu utuh. Waruga banyak
ditemukan di daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara.
2.6.7 Arca
Arca adalah patung terbuat dari batu utuh,
ada yang menyerupai manusia, kepala manusia, dan hewan. Arca banyak ditemukan
di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
2.6.8 Punden
Berundak
Punden berundak-undak merupakan tempat
pemujaan. Bangunan ini dibuat dengan menyusun batu secara bertingkat,
menyerupai candi. Punden berundak ditemukan di daerah Lebak Sibeduk, Banten
Selatan.
2.7 Kebudayaan Zaman Logam
Kebudayaan perunggu di Indonesia
diperkirakan berasal dari daerah bernama Dongson di Tonkin, Vietnam. Kebudayaan
Dongson datang ke Indonesia kira-kira abad ke 300 SM di bawa oleh manusia sub
ras Deutro Melayu (Melayu Muda) yang mengembara ke wilayah Indonesia.
Hasil-hasil kebudayaan zaman logam, antara lain.
2.7.1 Nekara
Nekara adalah tambur besar yang berbentuk
seperti dandang yang terbalik. Benda ini banyak ditemukan di Bali,
Nusatenggara, Maluku, Selayar, dan Irian.
2.7.2 Moko
Nekara yang berukuran lebih kecil,
ditemukan di Pulau Alor, Nusatenggara Timur. Nekara dan Moko dianggap sebagai
benda keramat dan suci.
2.7.3 Kapak Perunggu
Kapak perunggu terdiri beberapa macam, ada
yang berbentuk pahat, jantung, dan tembilang. Kapak perunggu juga disebut
sebagai kapak sepatu atau kapak corong. Daerah penemuannya Sumatera Selatan,
Jawa, Bali, Sulawesi Tengah, dan Irian. Kapak perunggu dipergunakan untuk
keperluan sehar-hari.
2.7.4 Candrasa
Sejenis kapak namun bentuknya indah dan
satu sisinya panjang, ditemukan di Yogyakarta. Candrasa dipergunakan untuk
kepentingan upacara keagamaan dan sebagai tanda kebesaran.
a) Nekara; c)
Kapak Perunggu;
b) Moko; d) Candrasa.
2.7.5 Perhiasan
Perunggu
Benda-benda perhiasan perunggu seperti
gelang tangan, gelang kaki, cincin, kalung, bandul kalung pada masa
perundagian, banyak ditemukan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan
Sumatera.
2.7.6 Manik-manik
Manik-manik adalah benda perhiasan terdiri
berbagai ukuran dan bentuk. Manik-manik dipergunakan sebagai perhiasan dan
bekal hidup setelah seseorang meninggal dunia. Bentuknya ada silider, segi
enam, bulat, dan oval. Daerah penemuannya di Sangiran, Pasemah, Gilimanuk,
Bogor, Besuki, dan Buni.
2.7.7 Bejana Perunggu
Bejana perunggu adalah benda yang terbuat
dari perunggu berfungsi sebagai wadah atau tempat menyimpan makanan. Bentuknya
bulat panjang dan menyerupai gitar tanpa tangkai. Benda ini ditemukan di
Sumatera dan Madura.
2.7.8 Arca Perunggu
Benda bentuk patung yang terbuat dari
perunggu menggambar orang yang sedang menari, berdiri, naik kuda, dan memegang
panah. Tempat-tempat penemuan di Bangkinang (Riau), Lumajang, Bogor, dan
Palembang.
pada zaman logam, manusia sudah dapat
membuat peralatan dari logam yang ternyata lebih kuat dan lebih muda dikerjakan
daripada batu. Bahan logam harus dilebur dulu sebelum dipakai sebagai bahan
pembuatan peralatan manusia. Oleh karena itu pada zaman logam, kebudayaan
manusia sudah lebih tinggi daripada pada zaman batu. zaman ini terbagi menjadi
2 zaman yaitu:
2.8 Zaman Logam
2.8.1 Zaman
Perunggu
Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan
di Indonesia adalah Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan di Sumatera
Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan Irian. Kegunaannya
sebagi alat perkakas. Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk seperti dandang. Banyak
ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan
Kep. Kei. Kegunaan untuk acara keagamaan dan maskawin. Bejana Perunggu,
bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Hanya ditemukan di Madura
dan Sumatera; Arca-arca Perunggu, banyak ditemukan di Bangkinang(Riau),
Lumajang (Jatim) dan Bogor (Jabar). Perhiasan : gelang, anting-anting, kalung
dan cincin. Kebudayaan Perunggu sering disebut juga sebagi kebudaya
Pada masa ini manusia telah dapat melebur
besi untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini di
Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah Mata
kapak, yang dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu.
Mata Sabit, digunakan untuk menyabit tumbuh-tumbuhan; Mata pisau; Mata pedang; Cangkul, dll.
Jenis-jenis benda tersebut banyak
ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Zaman
praaksara atau masa prasejarah adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal
tulisan atau huruf. Zaman praaksara sering disebut juga zaman nirleka.
Masa praaksara adalah masa dimana manusia belum
mengenal tulisan. Masa ini dimulai ketika manusia ada. Bukti - bukti yang
menunjukkan adalah fosil dan artefak. Masa praaksara disebut juga masa
prasejarah / nirleka. Masa praaksara berakhir saat manusia mengenal tulisan.
3.2 Saran
Sebelum manusia mengenal tulisan
manusia menggunakan simbol,gerek tubuh dan
lainnya.
Sepatutnya kita bersyukur kerena
kita telah mengenal tulisan sehingga kita dapat mudah mengerti dan dipahami.
Daftra Pustaka
Komentar
Posting Komentar