Sosiologi dan Antropologi kel:1. Unsur dan Wujud Serta Dinamika Kebudayaan Masyarakat

MAKALAH
UNSUR DAN WUJUD SERTA DINAMIKA KEBUDAYAAN MASYARAKAT
Dosen pengampuh
Ratna khairunnisa, S.Pd.,M.Pd

Oleh
NAMA KELOMPOK 1
1. Avrizal Abdillah (1986206159)
2. Advromayanthy (1986206015)
3. Dionisius Nyangun (1986206161)
4. Enos (1986206167)
5. Endah (1986206011)
6. Khairunnisa Putri Song (1986206118)
7. Novie Anitha (1986206152)
8. Putri Nurdea Vita (1986206056)
9. Yenita Epiyana Bulan (1986206169)

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS WIDYA GAMA MAHAKAM SAMARINDA
2020
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugaDs makalah yang berjudul  unsur dan wujud serta dinamika kebudayaan dalam masyarakat ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Ratna khairunnisa, S.Pd.,M.Pd pada Sosiologi dan Antropologi. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan kami  nantikan demi kesempurnaan makalah ini.




















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN

BAB II PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN KEBUDAYAAN
B.CIRI-CIRI KEBUDAYAAN
C.UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
D.WUJUD KEBUDAYAAN
E.DINAMIKA KEBUDAYAAN DALAM MASYARAKAT
F.FUNGSI KEBUDAYAAN
G.CONTOH KEBUDAYAAN INDONESIA
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
SARAN
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kebudayaan muncul sebab adanya aktivitas manusia sebagai makhluk sosial, oleh karenanya, manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan pencipta kebudayaan itu sendiri. Sebab hampir semua tindakan manusia adalah budaya atau kebudayaan.
   Apalagi dengan didukungnya perkembangan teknologi informasi pada masa
sekarang ini yang semakin maju, di mana berbagai informasi dapat diakses dengan mudah oleh seluruh kalangan masyarakat tidaklah menutup kemungkinan untuk masuk dan terciptanya kebudayaan baru, di kalangan masyarakat, sebab manusia diciptakan oleh Allah dengan diberi kesempurnaan dibandingkan dengan yang lainnya, karena dilengkapi dengan akal budi. Dengan akal budi itu manusia akan memproses segala data atau informasi yang sampai kepadanya.
Akal budi merupakan pemberian sekaligus potensi dalam diri manusia yang tidak dimiliki makhluk lainnya. Akal adalah kemampuan berpikir manusia sebagai kodrat alami yang dimiliki, yang berfungsi untuk berfikir dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Budi berarti juga akal. Budi berasal dari bahasa Sansekerta “Budh” yang berarti akal. Budi adalah bagian dari kata hati yang berupa panduan akal dan perasaan dan yang dapat membedakan baik buruknya sesuatu. Menurut Sultan Alisyahbana, budilah yang menyebabkan manusia mengembangkan suatu hubungan yang bermakna dengan alam sekitarnya dengan jalan memberikan penilaian objektif terhadap objek dan kajian.
Dengan akan budi tersebut, dan didukung dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan mampu menciptakan kebudayaan dan menjalankan proses transformasi budaya. Kebudayaan yang sudah diciptakan itu akan selalu berubah dan berkembang sesuai dengan kemampuan manusia dalam mengembangkan daya atau potensi yang terpendam dalam akal budinya dengan perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan sebagai alatnya.
Sudah barang tentu, semua kebudayaan yang tercipta lewat alat perantara ini, akan menimbulkan dua nilai yang bertolak belakang, apalagi munculnya kebudayaan itu sendiri dipengaruhi kuat oleh “ akal dan budi”, namun sisi negatifnya yang perlu adanya perhatian lebih khusus dari semua kalangan masyarakat.
Kebudayaan merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Sebab kebudayaan memberikan arah kepada tindakan dan karya manusia, kebudayaan yang telah ada akan tetap berjalan meski kadang-kadang wujudnya dapat berubah. Kebudayaan bukan hanya kesenian dan benda-benda budaya, hanya kesenian dan benda-benda budaya. Akan tetapi mencakup seluruh sendi kehidupan manusia untuk menciptakan sebuah tatanan yang di harapkan. Unsur-unsur yang mempengaruhi kebudayaan budaya akan terus memberikan arah bagaimana wujud dari kebudayaan itu untuk masa yang akan datang, maka dalam makalah ini akan dibahas tentang unsur-unsur kebudayaan tersebut

B.RUMUSAN MASALAH
1. Berdasarkan latar belakang maka yang menjadi rumusan masalah adalah:
2. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
3. Unsur-unsur apa saja yang ada dalam kebudayaan?
4. Wujud apa saja yang ada dalam kebudayaan?
5. Bagaimana dinamika kebudayaan dalam masyarakat?
6. Fungsi kebudayaan dalam masyarakat


C.TUJUAN PENULISAN
1. Berdasarkan rumusan masalah maka yang menjadi tujuan adalah:
2. Mengetahui arti dari kebudayaan.
3. Mengetahui unsur-unsur kebudayaan.
4. Mengetahui wujud dari kebudayaan.
5. Mengetahui dinamika kebudayaan dalam masyarakat


















BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta yaitu buddayah, bentuk jamak dari buddhi (budi/akal). Diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, berasal dari kata latin colere, yaitu mengolah tanah atau bertani. Culture juga diterjemahkan sebagai “ kultur ” dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya adalah suatu pola hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga sering dianggap warisan genetis. Namun ketika seseorang berusaha untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan berusaha menyesuaikan perbedaan tersebut, ini membuktikan bahwa kebudayaan itu dipelajari. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari yang normatif. Artinya mencakup segala cara atau pola berpikir, merasakan dan bertindak.
Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.
Kebudayaan erat kaitannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakah bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

Edward Burnnett Taylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi kebudayaan adalah sarana hasil karya rasa dan cipta masyarakat. Dari definisi beberapa ahli antropolog tersebut dapat dikatakan bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak sedang perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Misal pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, dan lain-lain. Kesemuanya itu ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Kebudayaan telah diperluas dan didinamisasi, meskipun orang sering membedakan antara kebudayaan dan peradaban. Tetapi pada dasarnya keduanya menyatu dalam pengertian kebudayaan secara luas dan dinamis. Sebab kebudayaan sebagai wilayah akal budi manusia tidak hanya mengandung salah satu aspek dari kegiatan manusia. Kebudayaan dan peradaban merupakan dua sisi mata uang sama dalam pengertian kebudayaan secara luas. Jika kebudayaan adalah aspirasi, peradaban adalah bentuk kongkrit yang mewujud demi realisasi aspirasi itu.
B. CIRI-CIRI KEBUDAYAAN
Secara umum ciri – ciri kebudayaan adalah sebagai berikut ini:
1. Kebudayaan dapat dipelajari
2. Kebudayaan dapat diwariskan
3. Kebudayaan hidup dan berkembang dalam masyarakat
4. Kebudayaan dapat berubah
5. Kebudayaan bersifat terintegrasi
Untuk kebudayaan daerah, ia memiliki ciri – ciri tersendiri, yaitu:
1. Terdapat peninggalan sejarah
2. Adanya unsur kepercayaan
3. Terdapat bahasa dan seni khas daerah
4. Dianut oleh penduduk dalam daerah tersebut
5. Terdiri dari unsur kebudayaan tradisional dan kebudayaan asli
6. Memiliki adat istiadat
7. Bersifat kedaerahan
Seperti kebudayaan daerah, kebudayaan nasional pun memiliki ciri- cirinya tersendiri:
1. Terdapat unsur – unsur yang bisa menyatukan bangsa
2. Mencerminkan kehidupan bangsa
3. Kebanggaan seluruh rakyat Indonesia
4. Adanya unsur budaya daerah yang diakui secara nasional
C. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat dibangun oleh banyak unsur. Para antropolog mengklasifikasikan unsur-unsur kebudayaan ke dalam dua unsur, yakni unsur besar dan unsur kecil kebudayaan.




1. Unsur-Unsur Besar Kebudayaan
Ada beberapa pendapat para ahli yang mengemukakah mengenai unsur besar kebudayaan antara lain:
a. Malville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur  pokok, yaitu:
1. Alat-alat teknologi
Perkembangan teknologi di era ini amatlah pesat diantaranya dalam bidang industri dan komunikasi. Sehingga timbul efek terhadap budaya kehidupan manusia yang signifikan dari pengaruh positif yang menguntungkan bagi negeri kita, sampai pengaruh negatif yang merusak moral anak bangsa
2. Sistem ekonomi
Sistem ekonimi yang sudah semakin global tentu akan mempengaruhi kebudayaan. Nilai-nilai kebudayaan akan sangat dipengaruhi oleh unsur ekonomi.
3. Keluarga
Keluarga akan sangat memberikan pengaruh tentang kebiasaan-kebiasaan yang menjadi suatu budaya didalam lingkungan keluarga itu sendiri. Kebudayaan yang sangat berpengaruh memang datangnya dari lingkungan keluarga. Sebab keluarga yang paling memiliki andil besar untuk terus bersama dan tentu memiliki waktu interaksi yang lebih lama dibanding dengan yang lainnya.
4. Kekuasaan politik



b. Bronislaw Malinnowski mengatakan ada 4 unsur pokok, yaitu:
1. Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antar para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya.
2. Organisasi ekonomi.
3. Alat-alat atau lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan ( keluarga adalah lembaga pendidikan utama).
4. Organisasi kekuatan politik.
c. Menurut Macionis (2004):
1. Simbol yaitu bentuk dari kata, gestur, dan tindakan yang mengekspresikan suatu makna
2. Bahasa suatu sistem simbolik yang digunakan orang untuk berkomunikasi satu sama lain.
3. Nilai standar abstrak tentang sesuatu yang seharusnya dilakukan atau standar yang digunakan orang untuk memutuskan apa yang pantas, baik, indah, dan layak sebagai suatu pedoman hidup sosial.
4. Kepercayaan pemikiran atau ide yang orang anggap benar
5. Norma aturan yang mengatur perilaku manusia. Terdiri atas mores (tentang moral) dan folkways (tentang kesopanan)
6. Teknologi hasil pengetahuan yang digunaan untuk menunjang hidup manusia.
a. Para antropolog belum mempunyai kesamaan pandangan yang dapat diterima. CKluckhohn (1953) menguraikan ulasan dari para sarjana mengenai unsur-unsur kebudayaan. Adapun inti dari pendapat para sarjana merujuk pada 7 unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural universals, yaitu:
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi,transportasi, dan sebagainya)
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.
2. Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi ( pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya).
3. Sistem kemasyarakatan ( sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan)
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial dalam kehidupannya.
4. Bahasa (lisan maupun tertulis).
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam  analisa kebudayaan manusia.
5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak dan sebagainya).
Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti
6. Sistem pengetahuan.
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai. Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciri ciri bahan mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya.
7. Religi.
Asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif.
2. Unsur-Unsur Kecil Kebudayaan
Unsur-unsur kecil kebudayaan merupakan penjabaran dari unsur-unsur besar kebudayaan. Ralph Linton menjabarkan unsur-unsur kecil kebudayaan yang dinamakan dengan kegiatan-kegiatan kebudayaan atau cultural activity, yaitu:
a. Alam pikiran
Unsur kebudayaan immaterial, diman alam pikiran tidak berbentuk fisik yang dapat dilihat dan diraba melalui panca indera namun diwujudkan dalam bentuk ide, gagasan yang dapat dijadikan dasar untuk mewujudkan sesuatu
b. Religi.
Aktivitas yang berkaitan dengan religi berdasarkan atas getaran jiwa atau emosi keagamaan. Yang biasanya pernah dialami manusia sehingga mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan aturan agama yang dianutnya. Sistem religi dalam kebudayaan memiliki ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan diantara pengikutnya. Terdapat juga unsur penting lainnya seperti sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan dan suatu umat yang menganut religi tersebut.
c. Bahasa.
Sebagai sarana utama untuk menerima pesan, berkomunikasi, berdiskusi, mengubah ataupun menyampaikan arti pada pihak lain. Dimana melalui bahasa manusia dapat :
1. Memberikan informasi tentang berbagai hal
2. Mengkomunikasikan ide-ide yang bersifat abstrak maupun yang bersifat konkrit
3. Mendiskusikan berbagai hal yang pernah dilihat dan dialaminya
4. Mengungkapkan berbagai perasaan
5. Membangun cara berpikir
d. Hubungan sosial.
Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari hubungan sosial. Setiap orang dalam kehidupannya akan menciptakan kebiasaan bagi dirinya sendiri yang membentuk perilaku pribadi yang akan berbeda antara kepribadian seseorang dengan orang lainnya walaupun berada dalam satu wilayah. Kebudayaan mengatur manusia untuk bertindak, agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya saat berhubungan dengan orang lain.
e. Perekonomian.
Sistem ekonomi sebagai wujud dari rencana, kebijakan dan adat istiadat yang berhubungan dengan ekonomi berupa tindakan dan interkasi yang berpola baik antara produsen, pedagang, ahli transportasi, pengecer dan konsumen. Unsur-unsur yang terdapat pada perekonomian yaitu : peralatan, komoditi, atau benda ekonomi yang diperlukan misalnya kultural universal pencarian hidup dan ekonomi mencakup kegiatan seperti pertanian, peternakan, sistem produksi dan sistem distribusi.
f. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Merupakan susunan pernyataan suatu objek yang merupakan kesatuan sistematik, lengkap dan terperinci yang memiliki sifat :
1. Rasional, artinya masuk akal dan bisa diterima orang lain
2. Empiris, artinya keismpulan yang diambil dapat dites dengan pancaindera dan fakta, serta tidak dapat disangkal kebenarannya.
3. Akumulatif, artinya ilmu pengetahuan tidak sekaligus jadi, tetapi ilmu dibentuk dengan dasar teori kemuduian disempurnakan.
Menurut Koentjaraningrat (1990), sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan merupakan cabang-cabang pengetahuan, biasanya dimilikioleh setiap suku bangsa, diantaranya :
1. Alam sekitar
2. Alam flora didaerah tempat tinggal
3. Alam fauna didaerah tempat tinggal
4. Bahan mentah atau benda-benda dalam lingkungannya
5. Tubuh manusia
6. Sifat-sifat dan tingkah laku sesama manusia
7. Ruang dan waktu
g. Kesenian
Ruang dan waktuSetiap kebudayaan mempunyai ekspresi artistik yang dapat menimbulkan keindahan untuk dinikmati, diantaranya mencakuplingkup :
1. Seni rupa, kesenian yang dinikmati dengan mata
2. Seni suara, kesenian yang dinikmati dengan telinga
h. Politik dan pemerintahan
Merupakan Hasil cipta manusia yang ada dalam kehidupan manusia itu sendiri. Politik tidak terlepas dari pemerintahan, karena politik dibentuk dan digunakan dapat mencerminkan jalannya roda pemerintahan.
i. Pendidikan.
Merupakan salah satu unsur kebudayaan, karena pada dasarnya proses pendidikan merupakan hakikat dari kebudayaan itu sendiri. Berdasarkan nilai-nilai kebudayaan yang beragam. Kompleks dan terintegrasi pendidikan yang harus dilihat dari berbagai sudut pandang multi disipliner. Dimana proses pendidikan ditinjau dari aspek filsafat, antorpologi, sosiologi dan psikologi.
3. Unsur-Unsur Normatif Sebagai Bagian Kebudayaan
Selain unsur besar dan unsur kecil kebudayaan ada juga unsur normatif dalam kebudayaan, artinya kebudayaan adalah suatu garis-garis pokok tentang perilaku yang menetapkan peraturan-peraturan mengenai apa yang harus dilakukan, apa yang seharusnya dilakukan, apa yang dilarang dan lain sebagainya. Unsur-unsur normatif dari kebudayaan adalah:
1. Unsur-unsur yang menyangkut penilaian, misal baik dan buruk,apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, apa yang sesuai keinginan dan tidak sesuai keinginan
2. Unsur-unsur yang berhubungan dengan apa yang seharusnya, misal bagaimana orang harus berperilaku
3. Unsur-unsur yang menyangkut kepercayaan, misal upacara adat kelahiran,pertunangan dan lain-lain
        Soekamto (1990:1998) membatasi kaidah dalam empat hal, yaitu:
1. Kaidah-kaidah yang dipergunakan secara luas dalam suatu kelompok manusia tertentu.
2. Kekuasaan yang memperlakukan kaidah-kaidah tersebut,
3. Unsur-unsur formal kaidah tersebut.
4. Hubungannya dengan ketentuan-ketentuan hidup lainnya.
Kaidah-kaidah tersebut akan dipergunakan secara luas oleh masyarakat sepanjang masyarakat merasa bahwa kaidah tersebut memberikan kepuasan dalam masyarakat dalam berperilaku. Jika kaidah tersebut dinilai negatif maka kaidah tersebut pasti akan ditolak dan digantikan oleh kaidah-kaidah yang baru lagi.
D. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut J.J Heonigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga, gagasan, aktivitas, dan artifak.
1. Gagasan ( Wujud ideal) adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai norma, peraturan, dan sebagainya yang bersifat abstrak (tidak dapat diraba dan disentuh). Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku karya penulis masyarakat tersebut.
2. Aktivitas (tindakan) adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering disebut sistem sosial ( aktivitasnya saling berinteraksi, bergaul dengan manusia lain menurut pola dan adat tata kelakuan). Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
3. Artefak (karya)adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
     Dalam kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur ddan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artifak) manusia.
Sedangkan menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan dibagi menjadi nilai budaya, sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
a. Nilai-nilai Budaya
Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkah lakunya.





b. Sistem Budaya
Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. Kebudayaan dalam wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.
c. Sistem Sosial
Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.
d. Kebudayaan Fisik
Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju, dan lain-lain
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu:
1. Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.




2. Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
3. Lembaga sosial
Lembaga sosial dan pendidikan memberikan peran banyak dalam konteks berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk dalam suatu negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial masyarakat. Contoh di Indonesia pada kota, dan desa di beberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada suatu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar jika seorang wanita memiliki karier.
4. Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun sistem kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu akan memengaruhi sistem penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem kepercayaan ini akan memengaruhi kebiasaan, pandangan hidup, cara makan, sampai dengan cara berkomunikasi.
5. Estetika
Berhubungan dengan seni dan kesenian, musik, cerita, dongeng, hikayat, drama, dan tari–tarian, yang berlaku, dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran agar pesan yang akan disampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah, dan bersifat kedaerahan, setiap akan membangun bangunan jenis apa saja harus meletakkan janur kuning, dan buah-buahan sebagai simbol, di mana simbol tersebut memiliki arti berbeda di setiap daerah. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang, mungkin,terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
6. Bahasa
Bahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap wilayah, bagian, dan negara memiliki perbedaan yang sangat kompleks. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sifat unik dan kompleks yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebut. Jadi keunikan, dan kekompleksan bahasa ini harus dipelajari, dan dipahami agar komunikasi lebih baik serta efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.
E. DINAMIKA KEBUDAYAAN DALAM MASYARAKAT
1. pengertian dinamika kebudayaan
Definisi perubahan (dinamika) kebudaayan menurut beberapa para ahli, antara lain sebagai berikut;
a.  John Lewis Gillin dan John Philip Gillin; dinamika kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat itu.
b. Samuel Koenig; Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi itu terjadi karena sebab-sebab internal maupun eksternal.
c. Selo Soemardjan; Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Dalam kamus Besar Indonesia dinamika merupakan bagian dari ilmu yang membicarakan seluk beluk benda yang bergerak dan tenaga yang menggerakkan. Masyarakat merupakan istilah yang diambil dari bahasa Arab “ Syaraka” yang berarti ikut serta, berpartisipasi. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau berinteraksi. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat tertentu yang bersifat continu dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
2. Konsep-konsep dinamika kebudayaan
Untuk menganalisa tentang gejala-gejala dan kejadian sosial budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser diperlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut diperlukan untuk menganalisa proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan dalam penelitian antropologi dan sosiologi disebut dinamik sosial (social dynamic).
Menurut Koentjaraningrat (1996: 142) semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan disebut dinamika sosial. Konsep-konsep tersebut antara lain:
1. Proses belajar kebudayaan sendiri yang terdiri dari internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
a.  Proses internalisasi.
Proses ini merupakan proses yang berlangsung selama individu masih hidup,dimulai pada saat individu tersebut dilahirkan hingga akhir hayatnya.Sepanjang kehidupannya manusia terus menerus belajar untuk mengolah segala perasaan hasrat,nafsu,emosi yangt diperlukan sepanjang hidupnya
b. Proses sosialisasi.
Hal ini berkaitan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungannya dengan sistem sosial,mempelajari semua pola tindakan individu-individu yang menempati berbagai kedudukan dalam masyarakatnya yang dijumpai selama kehidupannya sehari hari sejak ia dilahirkan.
c. Proses enkulturasi
Dalam proses ini individu mempelajari dan menyesuaikan pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat,system norma,dan peraturan-peraturan yang berlaku dalam masyarakatnya.
2. Evolusi kebudayaan dan difusi.
Evolusi kebudayaan menurut Koentjaraningrat (1996: 142) adalah, proses perkembangan kebudayaan ummat manusia dari bentuk-bentuk kebudayaan yang sederhana sampai yang semakin lama semakin kompleks, yang dilanjutkan dengan proses difusi. Koentjaraningrat (2003:147) mengemukakan bahwa, proses evolusi dari suatu masyarakat dan kebudayaan dapat dianalisa secara mendetail (mikroskopik), tetapi dapat juga dilihat secara keseluruhan, dengan memperhatiakan perubahan-perubahan besar yang telah terjadi (makroskopik).
3. Proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing meliputi akulturasi dan asimilasi.
4. Proses pembaruan atau inovasi atau penemuan baru
5.  faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kebudayaan
Menurut Poerwanto (2000 : 143) sebab umum terjadinya perubahan kebudayaan lebih banyak dari adanya ketidakpuasan masyarakat, sehingga masyarakat berusaha mengadakan penyesuaian. Penyebab perubahan bisa saja bersumber dari dalam masyarakat, dari luar masyarakat atau karena faktor lingkungan alam sekitarnya. Faktor perubahan yang bersumber dari dalam masyarakat antara lain adalah :
1. Faktor demografi: yaitu bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk. Sebagai gambaran pertambahan penduduk yang saangat cepat di pulau Jawa menyebabkan perubahan struktur kemasyarakatan, terutama yang berkaitan dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pemahaman terhadap hak atas tanah, sistem gadai tanah, dan sewa tanah yang sebelumnya tidak dikenal secara luas.
2. Penemuan baru: proses perubahan yang besar pengaruhnya tetapi terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama disebut sebagai inovasi.
3. Pertentangan atau konflik dalam masyarakat: dapat menjadi sebab timbulnya perubahan kebudayaan. Pertentangan yang terjadi bisa antara orang perorangan, perorangan dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Sebagai contoh pertentangan antar kelompok yaitu pertentangan antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan antar generasi kerapkali terjadi pada masyarakat-masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern.
4. Pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri: perubahan yang terjadi sebagai akibat revolusi merupakan perubahan besar yang mempengaruhi seluruh sistem lembaga kemasyarakatan.
Ada pula pengaruh yang datang dari luar masyarakat, seperti :
1. Dari lingkungan alam fisik di sekitar manusia seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor yang menyebabkan manusia seringkali harus berpindah tempat tinggal dan menyesuaikan diri dengan tempat tinggal yang baru. Contoh pada masyarakat pantai yang tertimpa musibah tsunami, semula mata pencaharian sebagai nelayan, ketika mereka harus pindah tempat tinggal di daerah dataran tinggi, maka mereka harus belajar hidup dari kegiatan pertanian.
2. Peperangan dengan negara lain bisa menyebabkan negara taklukan harus bersedia menerima kebudayaan yang dianggap lebih tinggi derajatnya oleh negara penguasa. Contoh : Jepang setelah kalah dalam Perang Dunia II mngalami perubahan, dari bentuk negara agraris-militer menjadi negara industri.
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua kelompok masyarakat atau lebih, mempunyai kecenderungan menimbulkan pengaruh timbal balik bagi masing-masing kebudayaan.
F. FUNGSI KEBUDAYAAN
1.  Pedoman Hubugan Manusia atau Kelompok
Sebuah kelompok tertentu dapat berjalan dengan satu arah dan satu tujuan karena mempunyai kebudayaan yang sama. Contohnya adalah masyarakat Yogyakarta yang mempunyai kebudayaan Grebeg Maulud untuk memperingati Maulid nabi Muhammad SAW. Satu Jogja sepakat bahwa itu adalah budaya yang sudah ada sejak dahulu, tujuannya jelas, dan dianggap sebagai salah satu pemersatu masyarakat.
2. Memenui Kebutuhan Masyarakat
Budaya bukan hanya persoalan adat istiadat, tapi juga pola perilaku. Termasuk dalam bagaimana masyarakat tersebut dapat bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti berkebun untuk masyarakat pegunungan dan para pencari ikan di daerah pesisir pantai. Keduanya bertahan hidup dengan kebudayaan dan tata caranya sendiri yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.

3. MENDORONG PERUBAHAN MASYARAKAT
Kebudayaan dapat digunakan untuk merubah masyarakat. Terutama berlaku untuk kebudayaan baru yang mulai masuk pada ranah masyarakat tertentu. Contoh nyatanya adalah Budaya Korea yang masuk ke Indonesia, sedikit banyak merubah pola perilaku sebagian masyarakat yang menyukai kebudayaan tersebut. Baik diwujudkan dalam gaya hidup, bahasa, maupun kesenian.
A. Karakteristik Kebudayaan
1. Budaya mempelajari perilaku manusia
2. Budaya terkadang bersifat abstrak, berupa ide, gagasan, ataupun keyakinan
3. Budaya merupakan produk manusia, diciptakan oleh manusia atau sekelompok manusia
4. Budaya meliputi sikap, nilai, dan pengetahuan
5. Budaya meliputi objek materi, yang diwujudkan dalam teknologi
6. .Budaya dibagikan dan diteruskan oleh anggota masyarakat.
7. Budaya merupakan cara hidup.
8. Budaya seringkali menghadapi perubahan atau dinamis.
B. Sifat Hakikat Kebudayaan
1. Kebudayaan bersifat universal, namun perwujudan kebudayaan mempunyai ciri-ciri khusus yang sesuai dengan situasi maupun lokasinya. Untuk menjelaskan ini, kita dapat belajar dari pepatah “di mana langit di junjung, di situ bumi di pijak”, jadi untuk mengaplikasikan suatu kebudayaan, kita harus melihat konteks lokasi dan masyarakat yang bersangkutan
2. Kebudayaan bersifat stabil, tetapi juga dinamis. Seiring perkembangan jaman, tentulah terjadi perubahan pada budaya, namun perubahan ini umumnya terjadi bertahap. Jika budaya tidak berubah mengikuti perkembangan jaman, umumnya budaya tersebut akan mati dan ditinggalkan sehingga budaya merupakan hal yang dinamis.
3. Kebudayaan mengisi dan menentukan jalan kehidupan manusia. Kebudayaan merupakan atribut dari manusia. Ia mengisi kehidupan manusia dan membantu kehidupan manusia, namun kebudayaan juga dapat menentukan kehidupan manusia ke depannya, seperti kehidupan manusia di masa modern yang sangat bergantung kepada internet dan teknologi.
H.CONTOH KEBUDAYAAN INDONESIA
Indonesia memang dikenal sebagai negara yang mempunyai beraneka ragam kebudayaan yang hidup berdampingan dengan tentram selam bertahun – tahun. Tak heran jika banyak masyarakat luar sana yang tertarik dan ingin mempelajari kebudayaan Indonesia. Contoh kebudayaan Indonesia yang masih bertahan sampai saat ini adalah :
1.NGABEN
Ini merupakan tradisi masyarakat Bali dalam memperlakukan orang yang sudah wafat. Mereka percaya bahwa api akan mensucikan, sehingga orang yang telah meninggal dibuatkan upacara tertentu yang kemudian dibakar sampai menjadi abu. Selanjutnya, abu akan dikumpulkan dalam sebuah wadah yang nantinya akan dilarung ke laut.
2.YAMKO RAMBE YAMKO
Mungkin sebagain dari Anda hanya tahu bahwa Yamko Rambe Yamko adalah sebuah nyanyian dari masyarakat Papua saja. Pada kenyataannya, tak hanya sebatas lagu tetapi ini adalah syair tentang kesedihan karena peperangan. Syair ini lahir pada zaman dahulu sejak masa penjajahan. Sampai sekarang masih sering dipakai masyarakat Papua dalam upacara peringatan.

3. TRADISI BAKAR BATU
Ini juga merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Timur Indonesia. Mereka akan membakar batu sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas berkah dan hasil bumi yang melimpah. Bakar Batu juga menjadi simbol perdamaian atau gencatan senjata, karena sejak dahulu antar suku di daerah Timur Indonesia sering kali terlibat peperangan.
4. TANAM SASI
Ini merupakan bagian dari upacara kematian yang dilakukan oleh salah satu suku di Kabupaten Merauke. Sasi adalah kayu yang ditanam untuk memperingati 40 hari kematian seseorang. Sasi akan dicabut setelah hari ke 1000.
5. WIWITAN
Tradisi ini banyak dilakukan oleh masyarakat Jawa yang bermata pencaharian sebagai petani untuk mensyukuri hasil panen mereka. Wiwitan dilakukan dengan menyembelih ayam kampung, menyajikannya dengan nasi uduk dan dibagi – bagikan kepada tetangga. Selain itu, petani yang bersangkutan juga membuat sesaji tertentu yang akan diletakkan di ladang dan dekat hasil panen mereka.






BAB II
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta yaitu buddayah, bentuk jamak dari buddhi (budi/akal). Diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, berasal dari kata latin colere, yaitu mengolah tanah atau bertani.
Edward Burnnet Taylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemarrdjan dan Soelaiman Soemardi kebudayaan adalah sarana hasil karya ra kebudayaan adalah sesuatu yang memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak sedang perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata.
Kebudayaan setiap bangsa atau masyarakat dibangun oleh banyak unsur. Para antropolog mengklasifikasikan unsur-unsur kebudayaan ke dalam dua unsur, yakni unsur besar dan unsur kecil kebudayaan.
Menurut J.J Heonigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga, gagasan, aktivitas, dan artifak.
Menurut Koentjaraningrat (1996: 142) semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan disebut dinamika sosial. Konsep-konsep tersebut antara lain:
1. Proses belajar kebudayaan sendiri yang terdiri dari internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
2. Evolusi kebudayaan dan difusi.
3. Proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing meliputi akulturasi dan asimilasi.
4. proses pembaruan atau inovasi atau penemuan baru.
B. SARAN
Pada proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing, yang meliputi akulturasi dan asimilasi. Sebaiknya kita harus selektif dalam menerima setiap kebudayaan asing, sehingga kita dapat mengambil kebudayaan asing yang bernilai positif bagi perkembangan bangsa dan negara dan menolak setiap kebudayaan asing yang bersifat negatif.
















DAFTAR PUSTAKA
Ardiwinata, Jajat S. Dan Ahmad hufad. 2007. Sosiologo Antropologi Pendidikan. Bandung: UPI PRESS
Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Radar Jaya
. . “ Budaya.” Tersedia di: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya
Saidang. dkk. . Sosiologip Untuk Sekolah Menengah Atas. Solo: CV HAKA MJ
Wita. 2010. “ Dinamika Kebudayaan.” Tersedia di: http://bregudewita.com/2010/01/dinamika-kebudayaan.html
Yudhi. 2009. “ DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN.” Tersedia di: http://blogspot.com/2009/02/dinamika-masyarakat-dan-kebudayaan-htm
https://www.slideshare.net/mobile/adefikri1/makalah-wujud-dan-unsur-kebudayaan
https://www.studiobelajar.com/kebudayaan/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Budaya
https://thegorbalsla.com/pengertian-kebudayaan/

Komentar