Sosiologi dan Antropologi kel:3, Pendekatan dan Teori Sosiologi Antropologi Pendidikan
MAKALAH
“PENDEKATAN DAN TEORI SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN”
Mata kuliah : Sosiologi dan Antropologi
DISUSUN OLEH II B
Candra calfari putra (1986206104)
Yuni sandro nikus lali (1986206157)
Yefi alisa (1986206181)
Agnes anggilia (1986206043)
Qurrotul A'yuni (1986206035)
Sulastri dwi astuti (1986206125)
Vivin Amaliah Dewi (1986206028)
Francisca Deva Loli (1986206063)
Fransiska Ayu Rosita Boru Situmorang (1986206129)
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS WIDYA GAMA MAHAKAM
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyeselsaikan dengan kerja sama yang baik dan kompak dan makalah ini berjudul “PENDEKATAN DAN TEORI SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN” dengan baik.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bu Ratna Khairunnisa S,Pd. M,Pd. selaku Dosen pembimbing yang telah memberikan tugas ini kepada kami, dengan ini kami bisa mengetahui dan mengerti PENDEKATAN DAN TEORI SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu , kami berharap adanya kritik,saran dan ususlan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang. Meningat tidaka ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disususn ini dapat beguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelum kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran membangun demi perbaikan di masa depan
Demikian, semoga makalah kami ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.
Samarinda,06 November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Pembahasan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosiologi Antropologi Pendidikan
2.2 Macam – Macam Pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan
2.3 Ruang Lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari cara kehidupan manusia baik berupa kebiasaan, adat istiadat,maupun budaya. Sedangkan sosiologi adalah ilmu yang mengkaji tatanan masyarakat dan pranata social, agen atau individu seseorang. Didalam sosiologi dan antropologi terdapat banyak pendekatan-pendekatan yang di ambil dari beberapa teori teori.
Untuk menciptakan hubungan yang baik dengan individu maupun terhadap masyarakat maka perlu menggunakan beberapa pendekatan, dengan pendekatan berinteraksi antara individu dan masyarakat berjalan dengan lancardan mudah. Makalah ini nantinya akan membahas mengenai pendekatan-pendekatan menurut persprektif sosiologi dan antropologi sertaruang lingkup sosiologi antropologi pendidikan dan ruang lingkup antropologi pendidikan.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud Sosiologi Antropologi Pendidikan ?
2) Apa sajakah pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan ?
3) Bagaimana ruang lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan ?
1.3 Tujuan Pembahasan
1) Agar mahasiswa/i dapat mengerti yang dimaksud Sosiologi Antropologi Pendidikan
2) Agar mahasiswa/i dapat mengetahui berbagai macam Pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan.
3) Agar mahasiswa/i dapat memahami ruang lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosiologi Antropologi Pendidikan
Menurut KBBI, Penddidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikapa dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam upaya pengajaran dan pelatihan. Artinya melalui pendidikan, orang bisa mengalami perubahan sikap dan tatalaku, memproses menjadi dewasa dan matang dalam berperilaku, dan juga pendidikan merupakan suatu proses pendewasaan, sehingga orang menjadi lebih matang dalam bersikap dan bertingkah laku, dan melalui pengajaran dan pelatihan proses pendewasaan seseorang dapat dilakukan.
Dan menurut pakar pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewanatara menyatakan bahwa Pendidikan adalah upaya sadar manusia untuk meningkatkan budi pekerti,melalui sekolah sekolah sehingga anak bisa menjadi lebih baik dan lebih sempurna, sehingga anak didik bisa lebih maju dan seimbang secara lahir dan bathin (Ruminiati,2011)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan dipahami sebagai proses,cara, dan perbuatan yang mendidik, sehingga bisa menjadikan peserta didik menjadi lebih dewasa, berbudi luhur dalam kehidupannya.
Sosiologi berasal dari kata socius yang artinya kawan dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi bisa di katakan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Menurut Dwi narwoko (2004) ia mengutip dari Harry M. Johnson dalam bukunya Sosiology, A SistematicIntroduction (1967), Sosilogi jelas merupakan ilmu pengatahuan karena unsur-unsur sebagai berikut:
• Bersifat empiris,karena didasari pada metode penelitian dilapangan terhadap kenyataan dan hasil penelitian atas oertimbangan akal sehat(rasional)
• Bersifat teoritis, karena selalu berusaha menyusun abtraksi hasil observasi. Observasi ini merupakan bagian unsur-unsur yang tersusun secara logis yang menjelaskan hubungan akibat sehingga menjadi sebuah teori
• Bersifat komulatif, sosiologi di bentuk oleh sesuatu yang sudaha ada, namun tetap terus berkembang
• Sosiologi bersifat non-etis, artinya tidak mempersoalkan baik buruknya fakta tertentu tetapi tujuannya menjelaskan fakta sacara analisis.
Menurut F.G. Robbins sosiologi pendidikan adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang sturuktur dan dinamika dalam proses pendidikan. Sturuktur disini mengandung sejumlah dalam pendidikan,sistem, kepribadian, dan pengetahuan. Sedangkan dinamika pendidikan berhubungan erat dengan maslah-masalah sosioal yang erjadi dalam masyarakat.
Menurut H.P Fairchild sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mengaplikasikan tentang problema dalam pendidikan.
Menurut Prof. DR S. Nasution, M. A sosiologi pendidikan adalah wawasan mengenai cara pengendalian dan pengembangan sosiolsecara individu dan kelompok dalam masyarakat sosial.
Menurut Drs. Sry H. Gunawan Ilmu penatahuan yang menuntaskan problema dalam pendidikan yang melalui kajian sosial.
Menurut Rochman Natawidjaja sosiologi pendidkan adalah cabang displin ilmu sosiologi yang mempelajari hubungan dianatar pranata/institusi suatu pendidikan dengan kehidupan yang laiiny. Misalnya interaksi sosial yang terjadi dlam lembaga pendidikan
Dari teori-teori ini dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah pendekatan sosiologi terhadapa fenimena pendidkan melalui konse[,variabel, metode, dan teori sebgai upya untukmenganalisa kenyataan sosial, khususnya masalah-masalah dalam duni pendidikan.
Antropologi berasal dari kata Yunani anthropos yang artinya manusia, dan logos seperti yang tadi sudah disebutkan artinya ilmu/ studi.
Dan secara etimologi antropologi berarti ilmu yang mempelajari manusia baik secara biologis maupun mahluk sosial.
Antropologi adalah kajian tentang manusia dan cara-cara hidup manusia. Antropologi mempunyai 2 cabang utama, yaitu antropologi yang mengkaji evolusi fisik mnusia dan adaptasinya terhadap lingkungan yang berbeda-beda dan antropologi budaya yang mengkaji baik kebudayan-kebudayaan yang masih ada maupun yang sudah punah. Antropoogi budaya mnecakup antropologi bahasa yang mengkaji bentuk-bentuk mahasa, arkeologi yang mengkaji kebudayaan-kebudayaan yang sudah punah. Ekologi yang mengkaji kebudayaan yang masih ada atau kebudayaan yang hidup masih dapat diamati secara langsung. Artinya antropologi adlah kajian yang mendalam tentang kebudayaan- kebudayaan tertentu.
Dan beberapa pengertian antropologi menurut para ahli,
Menurut Haviland (1985), antropologi adalah studi tentang manusia dan perilaku dan melaluinya diperoleh pengertian lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Menurut Kamus Antropologi Ariyono Suyono (1985), antropologi diartikan sebagai suatu ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari aneka warna,bentuk fisik,kepribadian,masyrakat dan kebudayaan.
Menurut Koentjaraningrat (1990), antopologi memperhatikan 5 masalah mengenai makhluk manusia yaitu:
a) Masalah perkembangan manusia sebagai makhluk biologis,
b) Masalah sejarah terjadinya aneka warna manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
c) Masalah sejarah asal,perkembangan serya penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia
d) Maslah persebaran dan terjadinya aneka warana kebudayaan manusia seluruh dunia
e) Masalah dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat dan suku-suku bangsa yang tersebar di seluruh bumi pada zaman sekarang ini.
Sebagai cabang ilmu termuda dianatara ilmu-ilmu sosial lainnya, antropologi telah melampaui ilmu sosial lainnya dalam rentangan subjek matter dan metodologi. Antropologi menghubungkan semua aspek terhadap kebudayaan sebgai satu keseluruhan sebagai satu keseluruh yang mengkaji semua kebudayaan baik lampu maupun sekarang, sederhana ataupun maju. Antropologi menyadarkan kita akan keragaman kebudayaan umat anusia dan pengaruh yang dalam dari pendidikan (cultural conditional) terhadap perilaku dan kepribadian manusia.
Antropologi pendidikan mencoba mengungkapkan proses-proses transmisi budaya atau pewarisan pengetahuan melalui proses enkulturasi dan sosiolisasi. Selain itu,proses belajar individu sebagai kegiatan sosial budaya merupakn pemahaman dari antropologi, termasuk di dalamnya peran pendidikan formal dan pendidikan informal.
Jadi, hubungan antara sosiologi antropologi pendidikan dapat di simpulkan pendidikan karakter dewasa yang telah dicanangkan oleh pemerintahan sangat dianjurkan bagaimana seorang peserta dididk meliki output yang baik diluar lingkungan sekolah, dan untuk mewujudkan hala tersebut tentu saja adanya penerapan sistem pendidikan yang berbudaya serta aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lalu, persamaan sosiologi dan antropolgi yaitu sama-sama bertujuan untuk mencapai pengertian tentang azas-azas hidup masyarakat dan manusia pada umumnya sosiologi antropologi sebagai ilmu pengetahuan telah memilki lapangan penyelidikan, susdut pandang metode dan susunan pengetahuanya adalah terdiri dari atas konsep-konsep dan prinsip-prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaan dan perkembangan pribadi. Objek penelitian sosiologi antropologi pendidikana adalah tingkah laku sosial, yaitu tingkah laku manusia dan institusi sosial yang terkait dengan pendidikan. Tingkah laku itu hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita atau nilai-nili yang dicapai. Sosiologi antropologi pendidikan berbicara tentang pandangan tentang kelas, sekolah, keluarga,masyarakat desa, kelompok-kelompok masyarakat dan sebagainya.
2.2 Macam – Macam Pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan
Pendekatan – pendekatan dalam Sosiologi Pendidikan
Beberapa pendekatan dari prespektif sosiologi yang dapat digunakan dalam menganalisis permasalahan- permasalahan yang terjadi dalam bidang pendidikan,
a) Pendekatan Individu
Dalam pendekatan individu titik penekananya adalah tingkah laku nya. Individu-individu hidup dengan dan dalam masyarakat. Karena itu selain faktor keturunan, faktor masyarakat pun harus diakui peranannya sebagai pembentuk tingkah laku anggota masyarakatnya.
b) Pendekatan sosial
Titik tekan pendekatan ini adalah masyarakat dengan berbagai lembaga, kelompok, organisasi dan ktivitasnya. Pendekatan ini berarti membahas aspek-aspek kebudayaan manusia, seperti keluarga, trdisi, adat-istiadat, dan sebagainya. Jadi segala sesuatu yang dianggap produk bersama adalah milki bersama atau milik masyarakat. Individulitas tenggelam di dalam sosialitas manusia, tingkah laku yang demikian ini dapat ditemuka dalam masyarakat yang benar- benar homogen/bersistem yang kuat tradisi dan tata caranya. Sehingga individu-individu yang menyimbang dari pola tingkah laku masyarakat dianggap abnormal dan bisa saja di keluarkan dari masyarakat.
c) Pendekatan interaksi
Di dalam pendekatan interaksi ini perhatiannya adalah pengabungan dari pendektan individu dan pendekatan sosial melalui interaksi. Sebab pada kenyataannya menurt pendekatan interaksi ini, individu dan masyarakat itu saling mempengaruhi dan memilki hubungan timbal balik. Jadi antara individu dan masyaraakat itu mempunyai daya kekuatan yang saling membentuk dan saling menyempirnakan. Itu berarti untuk menegtahui tingkah laku manusia harus dilihat dari individu dan masyarakat. Jadi sosiologi pendidikan tidak semata-mata hanya mempelajari individu atau masyarakat saja tetapi harus kedua-duanya
d) Teori medan
Teori medan adalahteori yang diperkenalkan oleh Dr. Kurt Lewin dari bidang psikologi yang kemudian dikembankan oleh J.F Brown dalam psikologi sosial. Inti dari teori medan ini adalah meniliti struktur medan hidup (life space) beserta pribadi (person) dan medan sosial ( life space sosial) nya. Medan hidup ini merupakan kondisi-kondisi, syarat-syarat dan situasi-situasi kongkrit yang menyertai gerak individu pribadi tadi. Obyeknya adalah organisme manusia. Cara bekerjanya teori medan itu mempergunakan metode hipotetis- deduktif. Ciri khas lain dari teori medan dengan menggunakan bahasa genotype. Dan lagi bahwa dalam teori medan digunakanlah konsep-konsep dan gambar-gambar mathematis.
Pendekatan – pendekatan dalam Antropologi Pendidikan
a) Pembangunan kurikulum tingkat pendiddikan 2006 sesuai dengan kebutuhan siswa
Artinya KTSP yang dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan,karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
b) Model pembelajaran berbasis budaya lokal
Model pembelajaran ini diterapkan melalui muatan lokal. Materi disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah di lingkungan sekolah. Sehingga siswa dapat mengenalli potensi budayanya sendiri, mengembangkan budaya, menumbuhkan cinta tanah air, dan mempromosikan budaya lokal kepada daerah lainnya
c) Metode pembelajaran karya wisata
Artinya guru mengajak siwa ke suatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran sekolah. Metode kayawisata berguna bagi siswa untuk membantu mereka memahami kehidupan nyata dalam lingkungan besrta segala masalahnya. Contohnya seperti pada matakuliah konsep dasar sejarah dengan dosen ibu Ratna khairunnisa yang ingin mengajak kita ke museum tenggarong dalam rangka pendidikan menambah wawasan kita sebagai mahasiswa pada mata kuliah beliau, namun harus tergagalkan karena pandemi covid-19 ini. Selain museum masih banyak tempat lainnya seperti bank, pengadilan,atau tempat-tempat yang mengandung yang mengandung nilai sejarah atau kebudayaan tertentu.
d) Pendidikan kecakapan hidup yang diintegrasikan pada mata pelajaran
Pengembangan kecakapan hidup terdiri dari, kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional (keterampilan untuk bekerja.
Adapun contoh pengintegrasian pendidikan kecakapan hidup dalam mata pelajaran yaitu;
- Pendidikan Agama,tujuannya membentuk siswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.
- IPS, tujuannya mengembangkan pengetahuan,pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap konsisi sosial masyarakat
- SBK , tujuannya membentuk karakter peserta didik agar memiliki rasa seni dan pemahaman budaya.
- Muatan Lokal, tujannya membentuk pemahaman terhadap potensi sesuai dengan ciri khas di daerah tempat tinggalnya
- Pengembangan diri, tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat.
e) Pembelajaran dengan modeling
Modelling disini artinya metode pembelajaran dengan menggunakan model (guru) sebagai obyek belajar perubahan tingkah laku yang kemudian ditiru oleh siswa. Modelling bertujuan untuk mengembangkan keterampilan fisik dan mental siswa.
2.3 Ruang Lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan
Ruang lingkup sosiologi pendidikan
Peneletian dan analisis terhadap sistem pendidikan berdasarkan keduanya yang sekarang,tentunya sudah bisa dikuatkan antar-antar runag lingkup sosiologi pendidikan. Karena minat dan pengalaman, ruang lingkup yang diajukan ini terbatas padawilayah analisis seputar sistem pendidikan formal.
Dalam hubungan ini, Nasution, mengemukakan ruang lingkup ruang lingkup sosiologi pendidikan meliputi pokok-pokok berikut ini :
1) Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat
a. Hubungan pendidikan dengan sistem sosial atau struktur sosial
b. Hubungan antara sistem pendidikan dengan prses kontrol sosial dan sistem kekuasaan
c. Fungsi pendidikan dalam kebudayaan
d. Fungsi sisitem pendidikan dalam proses perubahan sosial dan kultural atau usaha mempertahankan status quo
e. Fungsi sistem pendidikan formal berikatan dengan kelompok rasial,kultural dan sebagainya
2) Hubungan antar manusia di dalam sekolah
a. Hakikat kebudayaan sekolah sejauh ada perbedaanya dengan kebudayan diluar sekolah
b. Pola interaksi sosial dan struktur masyarakat sekolah, yang antara lain meliputi berbagai hubungan kekuasaan, stratifikasi sosial dan pola kepemimpinan informasi sebagai terdapat dalam clique serta kelompok-kelompok murid lainnya
3) Pengaruh sekolah terhadap perilaku dan kepribadian semua pihak disekolah/lembaga pendidikan
a. Peranan sosial guru-guru/ tenaga pendidikan
b. Hakikat kepribadian guru/ tenaga pendidikan
c. Pengaruh kepribadian guru/ tenaga kependidikan trhadap kelakuan anak/ peserta didik
d. Fungsi sekolah/ lembaga pendidikan dalam sosial murid/ peserta didik.
4) Hubungan lembaga pendidikan dalam masyarakat
Disini dianalisis pola-pola interaksi anatara sekolah/lembaga pendidikan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam masyarakat disekitar sekolah/lembaga pendidikan.
Hal yang termasuk dalam wilayah itu antara lain yaitu:
a. Pengaruh masyarakt atas organisasi sekolah/lembaga pendidikan
b. Analisis proses pendidikan yang terdapat dalam sistematis sosial dalam masyarakat luar sekolah
c. Hubungan antara sekolah dan masyarakat
d. Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat yang berkaitan dengan organisasi sekolah,yang perlu untuk memahami sistem pendidikan dalam masyarakat serta integrasinya didalam kehidupan masyarakat.
Ruang lingkup sosiologi pendidikan tersebut pada dasarnya untuk mempereratdan meningkatkan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak akan keluar dari upaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendididkan itu sendiri.
Ruang lingkup antropologi pendidikan
Ilmu antropologi dapat dikelompokkan ke dalam cabang ilmu humaiora karena kajian antropologi fokus kepada manusia dan kebudayaanya. Ilmu antropologi berbada dari displin-displin lain tentang manusia karena ilmu antropologi lebih luas ruang lingkupnya. Ilmu ini dimaksudkan sebagai ilmu yang khusu dan langsung menyoroti segala jenis manusia dan manusia dalam semua zamn. Jadi para ahli antropologi berusaha memperluas ilmu yang mendalami tentang manusia. Melalui pendekatan perbandingan, maupun pendekatan historis terhadap kebudayaan diseluruh dunia. Setiap bagian dari dunia yang pernah didiami oleh manusia menarik perhatian para ahli antropologi.
Menurut Kontjaraningrat, antropologi di indonesia hampir tidak terikat oleh tradisi antropologi manapun dan belum mempunyai tradisi yang kuat. Oleh karena itu seleksi dan kombinasi dari beberapa unsur atau aliran dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah-masalah kemasyarakatan yang dihadapi.
Ruang lingkup dan kajian antropologi memfokuskan kepada 5 masalah yaitu;
- Masalah sejarah asal dan perkembangan manusia dilihat dari ciri-ciri tubuhnya secara evolusi yang dipandang dari segi biologi.
- Masalah sejarah terjadinya berbagai ragam manusia dari segi ciri-ciri fisiknya.
- Masalah sejarah asal perkembanganya, serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia.
- Masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan di dunia.
- Masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat suku bangsa di dunia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah pendekatan sosiologi terhadap fenomena pendidikan melalui konsep, variable, metode, dan teori sebagai upaya untuk menganalisa kenyataan social, khususnya masalah-masalah dalam dunia pedidikan.
Amtropologi menghubungkan semua aspek terhadap kebudayaan sebagai satu keseluruhan sebagai satu keseluruhan yang mengkaji semu kebudayaan baik lampau maupun sekarang.,sederhana ataupun maju. Jadi hubungan antara sosiologi antropologi pendidikan dapat disimpulkan pendidikan karakter dewasa yang telah dirancangkan oleh pemerintah sangat dianjurkan bagaimana seorang peserta didik memiliki output yang baik diluar lingkungan sekolah, dan untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja adanya penerapan system pendidikan yang berbudaya serta aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk bermasyarakat berbangsa dn bernegara.
Ruang lingkup sosiologi pendidikan tersebut pada dasarnya untuk mempererat dan meningkatkan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak akan keluar dari upaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendidikan itu sendiri. Menurut kontjaraningrat, antropologi diindonesia hamper tidak terikatoleh tradisi antropologi manapun dan belummempunyai tradisi yang kuat. Oleh Karenna itu seleksi kombinasi dari beberapa unsur atau aliran dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah – masalah kemasyarkatan yang dihadapi.
3.2 Saran
Setelah membaca dan memahami makalah ini, semoga pembaca dapat mengerti tentang apa itu sosiologi antropologi pendidikan, pendekatan-pendekatan sosiologi antropologi pendidikan dang ruang lingkup sosiologi antropologi pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://diannazilah.blogspot.com/2017/02/pendekatan-sosiologi-dan-antropologi.html?m=1
https://books.google.co.id/books?id=U9UsDwAAQBAJ&pg=PA18&lpg=PA14&focus=viewport&dq=pendekatan+teori+sosiologi+dan+antropologi+pendidikan&hl=id
https://books.google.co.id/books?id=4qRPDwAAQBAJ&pg=PA1&lpg=PR2&focus=viewport&dq=pendekatan+teori+sosiologi+dan+antropologi+pendidikan&hl=id
https://dosenpsikologi.com/antropologi/amp
http://zulfahsmile.blogspot.com/2015/01/pendekatan-antropologi-dalam-mengkaji.html?m=1
https://www.kompasiana.com/daishg/56fe814da123bd2d091a9db5/ruang-lingkup-antropologi-dan-pentingnya-antropologi?page=all
“PENDEKATAN DAN TEORI SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN”
Mata kuliah : Sosiologi dan Antropologi
DISUSUN OLEH II B
Candra calfari putra (1986206104)
Yuni sandro nikus lali (1986206157)
Yefi alisa (1986206181)
Agnes anggilia (1986206043)
Qurrotul A'yuni (1986206035)
Sulastri dwi astuti (1986206125)
Vivin Amaliah Dewi (1986206028)
Francisca Deva Loli (1986206063)
Fransiska Ayu Rosita Boru Situmorang (1986206129)
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS WIDYA GAMA MAHAKAM
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyeselsaikan dengan kerja sama yang baik dan kompak dan makalah ini berjudul “PENDEKATAN DAN TEORI SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN” dengan baik.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bu Ratna Khairunnisa S,Pd. M,Pd. selaku Dosen pembimbing yang telah memberikan tugas ini kepada kami, dengan ini kami bisa mengetahui dan mengerti PENDEKATAN DAN TEORI SOSIOLOGI ANTROPOLOGI PENDIDIKAN. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu , kami berharap adanya kritik,saran dan ususlan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang. Meningat tidaka ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disususn ini dapat beguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelum kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran membangun demi perbaikan di masa depan
Demikian, semoga makalah kami ini dapat bermanfaat. Terima Kasih.
Samarinda,06 November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Pembahasan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosiologi Antropologi Pendidikan
2.2 Macam – Macam Pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan
2.3 Ruang Lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari cara kehidupan manusia baik berupa kebiasaan, adat istiadat,maupun budaya. Sedangkan sosiologi adalah ilmu yang mengkaji tatanan masyarakat dan pranata social, agen atau individu seseorang. Didalam sosiologi dan antropologi terdapat banyak pendekatan-pendekatan yang di ambil dari beberapa teori teori.
Untuk menciptakan hubungan yang baik dengan individu maupun terhadap masyarakat maka perlu menggunakan beberapa pendekatan, dengan pendekatan berinteraksi antara individu dan masyarakat berjalan dengan lancardan mudah. Makalah ini nantinya akan membahas mengenai pendekatan-pendekatan menurut persprektif sosiologi dan antropologi sertaruang lingkup sosiologi antropologi pendidikan dan ruang lingkup antropologi pendidikan.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa yang dimaksud Sosiologi Antropologi Pendidikan ?
2) Apa sajakah pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan ?
3) Bagaimana ruang lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan ?
1.3 Tujuan Pembahasan
1) Agar mahasiswa/i dapat mengerti yang dimaksud Sosiologi Antropologi Pendidikan
2) Agar mahasiswa/i dapat mengetahui berbagai macam Pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan.
3) Agar mahasiswa/i dapat memahami ruang lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sosiologi Antropologi Pendidikan
Menurut KBBI, Penddidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikapa dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam upaya pengajaran dan pelatihan. Artinya melalui pendidikan, orang bisa mengalami perubahan sikap dan tatalaku, memproses menjadi dewasa dan matang dalam berperilaku, dan juga pendidikan merupakan suatu proses pendewasaan, sehingga orang menjadi lebih matang dalam bersikap dan bertingkah laku, dan melalui pengajaran dan pelatihan proses pendewasaan seseorang dapat dilakukan.
Dan menurut pakar pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewanatara menyatakan bahwa Pendidikan adalah upaya sadar manusia untuk meningkatkan budi pekerti,melalui sekolah sekolah sehingga anak bisa menjadi lebih baik dan lebih sempurna, sehingga anak didik bisa lebih maju dan seimbang secara lahir dan bathin (Ruminiati,2011)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan dipahami sebagai proses,cara, dan perbuatan yang mendidik, sehingga bisa menjadikan peserta didik menjadi lebih dewasa, berbudi luhur dalam kehidupannya.
Sosiologi berasal dari kata socius yang artinya kawan dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi bisa di katakan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Menurut Dwi narwoko (2004) ia mengutip dari Harry M. Johnson dalam bukunya Sosiology, A SistematicIntroduction (1967), Sosilogi jelas merupakan ilmu pengatahuan karena unsur-unsur sebagai berikut:
• Bersifat empiris,karena didasari pada metode penelitian dilapangan terhadap kenyataan dan hasil penelitian atas oertimbangan akal sehat(rasional)
• Bersifat teoritis, karena selalu berusaha menyusun abtraksi hasil observasi. Observasi ini merupakan bagian unsur-unsur yang tersusun secara logis yang menjelaskan hubungan akibat sehingga menjadi sebuah teori
• Bersifat komulatif, sosiologi di bentuk oleh sesuatu yang sudaha ada, namun tetap terus berkembang
• Sosiologi bersifat non-etis, artinya tidak mempersoalkan baik buruknya fakta tertentu tetapi tujuannya menjelaskan fakta sacara analisis.
Menurut F.G. Robbins sosiologi pendidikan adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang sturuktur dan dinamika dalam proses pendidikan. Sturuktur disini mengandung sejumlah dalam pendidikan,sistem, kepribadian, dan pengetahuan. Sedangkan dinamika pendidikan berhubungan erat dengan maslah-masalah sosioal yang erjadi dalam masyarakat.
Menurut H.P Fairchild sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mengaplikasikan tentang problema dalam pendidikan.
Menurut Prof. DR S. Nasution, M. A sosiologi pendidikan adalah wawasan mengenai cara pengendalian dan pengembangan sosiolsecara individu dan kelompok dalam masyarakat sosial.
Menurut Drs. Sry H. Gunawan Ilmu penatahuan yang menuntaskan problema dalam pendidikan yang melalui kajian sosial.
Menurut Rochman Natawidjaja sosiologi pendidkan adalah cabang displin ilmu sosiologi yang mempelajari hubungan dianatar pranata/institusi suatu pendidikan dengan kehidupan yang laiiny. Misalnya interaksi sosial yang terjadi dlam lembaga pendidikan
Dari teori-teori ini dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah pendekatan sosiologi terhadapa fenimena pendidkan melalui konse[,variabel, metode, dan teori sebgai upya untukmenganalisa kenyataan sosial, khususnya masalah-masalah dalam duni pendidikan.
Antropologi berasal dari kata Yunani anthropos yang artinya manusia, dan logos seperti yang tadi sudah disebutkan artinya ilmu/ studi.
Dan secara etimologi antropologi berarti ilmu yang mempelajari manusia baik secara biologis maupun mahluk sosial.
Antropologi adalah kajian tentang manusia dan cara-cara hidup manusia. Antropologi mempunyai 2 cabang utama, yaitu antropologi yang mengkaji evolusi fisik mnusia dan adaptasinya terhadap lingkungan yang berbeda-beda dan antropologi budaya yang mengkaji baik kebudayan-kebudayaan yang masih ada maupun yang sudah punah. Antropoogi budaya mnecakup antropologi bahasa yang mengkaji bentuk-bentuk mahasa, arkeologi yang mengkaji kebudayaan-kebudayaan yang sudah punah. Ekologi yang mengkaji kebudayaan yang masih ada atau kebudayaan yang hidup masih dapat diamati secara langsung. Artinya antropologi adlah kajian yang mendalam tentang kebudayaan- kebudayaan tertentu.
Dan beberapa pengertian antropologi menurut para ahli,
Menurut Haviland (1985), antropologi adalah studi tentang manusia dan perilaku dan melaluinya diperoleh pengertian lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Menurut Kamus Antropologi Ariyono Suyono (1985), antropologi diartikan sebagai suatu ilmu yang berusaha mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan mempelajari aneka warna,bentuk fisik,kepribadian,masyrakat dan kebudayaan.
Menurut Koentjaraningrat (1990), antopologi memperhatikan 5 masalah mengenai makhluk manusia yaitu:
a) Masalah perkembangan manusia sebagai makhluk biologis,
b) Masalah sejarah terjadinya aneka warna manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
c) Masalah sejarah asal,perkembangan serya penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia
d) Maslah persebaran dan terjadinya aneka warana kebudayaan manusia seluruh dunia
e) Masalah dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat dan suku-suku bangsa yang tersebar di seluruh bumi pada zaman sekarang ini.
Sebagai cabang ilmu termuda dianatara ilmu-ilmu sosial lainnya, antropologi telah melampaui ilmu sosial lainnya dalam rentangan subjek matter dan metodologi. Antropologi menghubungkan semua aspek terhadap kebudayaan sebgai satu keseluruhan sebagai satu keseluruh yang mengkaji semua kebudayaan baik lampu maupun sekarang, sederhana ataupun maju. Antropologi menyadarkan kita akan keragaman kebudayaan umat anusia dan pengaruh yang dalam dari pendidikan (cultural conditional) terhadap perilaku dan kepribadian manusia.
Antropologi pendidikan mencoba mengungkapkan proses-proses transmisi budaya atau pewarisan pengetahuan melalui proses enkulturasi dan sosiolisasi. Selain itu,proses belajar individu sebagai kegiatan sosial budaya merupakn pemahaman dari antropologi, termasuk di dalamnya peran pendidikan formal dan pendidikan informal.
Jadi, hubungan antara sosiologi antropologi pendidikan dapat di simpulkan pendidikan karakter dewasa yang telah dicanangkan oleh pemerintahan sangat dianjurkan bagaimana seorang peserta dididk meliki output yang baik diluar lingkungan sekolah, dan untuk mewujudkan hala tersebut tentu saja adanya penerapan sistem pendidikan yang berbudaya serta aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Lalu, persamaan sosiologi dan antropolgi yaitu sama-sama bertujuan untuk mencapai pengertian tentang azas-azas hidup masyarakat dan manusia pada umumnya sosiologi antropologi sebagai ilmu pengetahuan telah memilki lapangan penyelidikan, susdut pandang metode dan susunan pengetahuanya adalah terdiri dari atas konsep-konsep dan prinsip-prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaan dan perkembangan pribadi. Objek penelitian sosiologi antropologi pendidikana adalah tingkah laku sosial, yaitu tingkah laku manusia dan institusi sosial yang terkait dengan pendidikan. Tingkah laku itu hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita atau nilai-nili yang dicapai. Sosiologi antropologi pendidikan berbicara tentang pandangan tentang kelas, sekolah, keluarga,masyarakat desa, kelompok-kelompok masyarakat dan sebagainya.
2.2 Macam – Macam Pendekatan Sosiologi Antropologi Pendidikan
Pendekatan – pendekatan dalam Sosiologi Pendidikan
Beberapa pendekatan dari prespektif sosiologi yang dapat digunakan dalam menganalisis permasalahan- permasalahan yang terjadi dalam bidang pendidikan,
a) Pendekatan Individu
Dalam pendekatan individu titik penekananya adalah tingkah laku nya. Individu-individu hidup dengan dan dalam masyarakat. Karena itu selain faktor keturunan, faktor masyarakat pun harus diakui peranannya sebagai pembentuk tingkah laku anggota masyarakatnya.
b) Pendekatan sosial
Titik tekan pendekatan ini adalah masyarakat dengan berbagai lembaga, kelompok, organisasi dan ktivitasnya. Pendekatan ini berarti membahas aspek-aspek kebudayaan manusia, seperti keluarga, trdisi, adat-istiadat, dan sebagainya. Jadi segala sesuatu yang dianggap produk bersama adalah milki bersama atau milik masyarakat. Individulitas tenggelam di dalam sosialitas manusia, tingkah laku yang demikian ini dapat ditemuka dalam masyarakat yang benar- benar homogen/bersistem yang kuat tradisi dan tata caranya. Sehingga individu-individu yang menyimbang dari pola tingkah laku masyarakat dianggap abnormal dan bisa saja di keluarkan dari masyarakat.
c) Pendekatan interaksi
Di dalam pendekatan interaksi ini perhatiannya adalah pengabungan dari pendektan individu dan pendekatan sosial melalui interaksi. Sebab pada kenyataannya menurt pendekatan interaksi ini, individu dan masyarakat itu saling mempengaruhi dan memilki hubungan timbal balik. Jadi antara individu dan masyaraakat itu mempunyai daya kekuatan yang saling membentuk dan saling menyempirnakan. Itu berarti untuk menegtahui tingkah laku manusia harus dilihat dari individu dan masyarakat. Jadi sosiologi pendidikan tidak semata-mata hanya mempelajari individu atau masyarakat saja tetapi harus kedua-duanya
d) Teori medan
Teori medan adalahteori yang diperkenalkan oleh Dr. Kurt Lewin dari bidang psikologi yang kemudian dikembankan oleh J.F Brown dalam psikologi sosial. Inti dari teori medan ini adalah meniliti struktur medan hidup (life space) beserta pribadi (person) dan medan sosial ( life space sosial) nya. Medan hidup ini merupakan kondisi-kondisi, syarat-syarat dan situasi-situasi kongkrit yang menyertai gerak individu pribadi tadi. Obyeknya adalah organisme manusia. Cara bekerjanya teori medan itu mempergunakan metode hipotetis- deduktif. Ciri khas lain dari teori medan dengan menggunakan bahasa genotype. Dan lagi bahwa dalam teori medan digunakanlah konsep-konsep dan gambar-gambar mathematis.
Pendekatan – pendekatan dalam Antropologi Pendidikan
a) Pembangunan kurikulum tingkat pendiddikan 2006 sesuai dengan kebutuhan siswa
Artinya KTSP yang dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan,karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.
b) Model pembelajaran berbasis budaya lokal
Model pembelajaran ini diterapkan melalui muatan lokal. Materi disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah di lingkungan sekolah. Sehingga siswa dapat mengenalli potensi budayanya sendiri, mengembangkan budaya, menumbuhkan cinta tanah air, dan mempromosikan budaya lokal kepada daerah lainnya
c) Metode pembelajaran karya wisata
Artinya guru mengajak siwa ke suatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran sekolah. Metode kayawisata berguna bagi siswa untuk membantu mereka memahami kehidupan nyata dalam lingkungan besrta segala masalahnya. Contohnya seperti pada matakuliah konsep dasar sejarah dengan dosen ibu Ratna khairunnisa yang ingin mengajak kita ke museum tenggarong dalam rangka pendidikan menambah wawasan kita sebagai mahasiswa pada mata kuliah beliau, namun harus tergagalkan karena pandemi covid-19 ini. Selain museum masih banyak tempat lainnya seperti bank, pengadilan,atau tempat-tempat yang mengandung yang mengandung nilai sejarah atau kebudayaan tertentu.
d) Pendidikan kecakapan hidup yang diintegrasikan pada mata pelajaran
Pengembangan kecakapan hidup terdiri dari, kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional (keterampilan untuk bekerja.
Adapun contoh pengintegrasian pendidikan kecakapan hidup dalam mata pelajaran yaitu;
- Pendidikan Agama,tujuannya membentuk siswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.
- IPS, tujuannya mengembangkan pengetahuan,pemahaman, dan kemampuan analisis terhadap konsisi sosial masyarakat
- SBK , tujuannya membentuk karakter peserta didik agar memiliki rasa seni dan pemahaman budaya.
- Muatan Lokal, tujannya membentuk pemahaman terhadap potensi sesuai dengan ciri khas di daerah tempat tinggalnya
- Pengembangan diri, tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat.
e) Pembelajaran dengan modeling
Modelling disini artinya metode pembelajaran dengan menggunakan model (guru) sebagai obyek belajar perubahan tingkah laku yang kemudian ditiru oleh siswa. Modelling bertujuan untuk mengembangkan keterampilan fisik dan mental siswa.
2.3 Ruang Lingkup Sosiologi Antropologi Pendidikan
Ruang lingkup sosiologi pendidikan
Peneletian dan analisis terhadap sistem pendidikan berdasarkan keduanya yang sekarang,tentunya sudah bisa dikuatkan antar-antar runag lingkup sosiologi pendidikan. Karena minat dan pengalaman, ruang lingkup yang diajukan ini terbatas padawilayah analisis seputar sistem pendidikan formal.
Dalam hubungan ini, Nasution, mengemukakan ruang lingkup ruang lingkup sosiologi pendidikan meliputi pokok-pokok berikut ini :
1) Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat
a. Hubungan pendidikan dengan sistem sosial atau struktur sosial
b. Hubungan antara sistem pendidikan dengan prses kontrol sosial dan sistem kekuasaan
c. Fungsi pendidikan dalam kebudayaan
d. Fungsi sisitem pendidikan dalam proses perubahan sosial dan kultural atau usaha mempertahankan status quo
e. Fungsi sistem pendidikan formal berikatan dengan kelompok rasial,kultural dan sebagainya
2) Hubungan antar manusia di dalam sekolah
a. Hakikat kebudayaan sekolah sejauh ada perbedaanya dengan kebudayan diluar sekolah
b. Pola interaksi sosial dan struktur masyarakat sekolah, yang antara lain meliputi berbagai hubungan kekuasaan, stratifikasi sosial dan pola kepemimpinan informasi sebagai terdapat dalam clique serta kelompok-kelompok murid lainnya
3) Pengaruh sekolah terhadap perilaku dan kepribadian semua pihak disekolah/lembaga pendidikan
a. Peranan sosial guru-guru/ tenaga pendidikan
b. Hakikat kepribadian guru/ tenaga pendidikan
c. Pengaruh kepribadian guru/ tenaga kependidikan trhadap kelakuan anak/ peserta didik
d. Fungsi sekolah/ lembaga pendidikan dalam sosial murid/ peserta didik.
4) Hubungan lembaga pendidikan dalam masyarakat
Disini dianalisis pola-pola interaksi anatara sekolah/lembaga pendidikan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam masyarakat disekitar sekolah/lembaga pendidikan.
Hal yang termasuk dalam wilayah itu antara lain yaitu:
a. Pengaruh masyarakt atas organisasi sekolah/lembaga pendidikan
b. Analisis proses pendidikan yang terdapat dalam sistematis sosial dalam masyarakat luar sekolah
c. Hubungan antara sekolah dan masyarakat
d. Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat yang berkaitan dengan organisasi sekolah,yang perlu untuk memahami sistem pendidikan dalam masyarakat serta integrasinya didalam kehidupan masyarakat.
Ruang lingkup sosiologi pendidikan tersebut pada dasarnya untuk mempereratdan meningkatkan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak akan keluar dari upaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendididkan itu sendiri.
Ruang lingkup antropologi pendidikan
Ilmu antropologi dapat dikelompokkan ke dalam cabang ilmu humaiora karena kajian antropologi fokus kepada manusia dan kebudayaanya. Ilmu antropologi berbada dari displin-displin lain tentang manusia karena ilmu antropologi lebih luas ruang lingkupnya. Ilmu ini dimaksudkan sebagai ilmu yang khusu dan langsung menyoroti segala jenis manusia dan manusia dalam semua zamn. Jadi para ahli antropologi berusaha memperluas ilmu yang mendalami tentang manusia. Melalui pendekatan perbandingan, maupun pendekatan historis terhadap kebudayaan diseluruh dunia. Setiap bagian dari dunia yang pernah didiami oleh manusia menarik perhatian para ahli antropologi.
Menurut Kontjaraningrat, antropologi di indonesia hampir tidak terikat oleh tradisi antropologi manapun dan belum mempunyai tradisi yang kuat. Oleh karena itu seleksi dan kombinasi dari beberapa unsur atau aliran dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah-masalah kemasyarakatan yang dihadapi.
Ruang lingkup dan kajian antropologi memfokuskan kepada 5 masalah yaitu;
- Masalah sejarah asal dan perkembangan manusia dilihat dari ciri-ciri tubuhnya secara evolusi yang dipandang dari segi biologi.
- Masalah sejarah terjadinya berbagai ragam manusia dari segi ciri-ciri fisiknya.
- Masalah sejarah asal perkembanganya, serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia.
- Masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan di dunia.
- Masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat suku bangsa di dunia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari teori-teori tersebut dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah pendekatan sosiologi terhadap fenomena pendidikan melalui konsep, variable, metode, dan teori sebagai upaya untuk menganalisa kenyataan social, khususnya masalah-masalah dalam dunia pedidikan.
Amtropologi menghubungkan semua aspek terhadap kebudayaan sebagai satu keseluruhan sebagai satu keseluruhan yang mengkaji semu kebudayaan baik lampau maupun sekarang.,sederhana ataupun maju. Jadi hubungan antara sosiologi antropologi pendidikan dapat disimpulkan pendidikan karakter dewasa yang telah dirancangkan oleh pemerintah sangat dianjurkan bagaimana seorang peserta didik memiliki output yang baik diluar lingkungan sekolah, dan untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja adanya penerapan system pendidikan yang berbudaya serta aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun aplikasinya dalam kehidupan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk bermasyarakat berbangsa dn bernegara.
Ruang lingkup sosiologi pendidikan tersebut pada dasarnya untuk mempererat dan meningkatkan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak akan keluar dari upaya-upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendidikan itu sendiri. Menurut kontjaraningrat, antropologi diindonesia hamper tidak terikatoleh tradisi antropologi manapun dan belummempunyai tradisi yang kuat. Oleh Karenna itu seleksi kombinasi dari beberapa unsur atau aliran dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masalah – masalah kemasyarkatan yang dihadapi.
3.2 Saran
Setelah membaca dan memahami makalah ini, semoga pembaca dapat mengerti tentang apa itu sosiologi antropologi pendidikan, pendekatan-pendekatan sosiologi antropologi pendidikan dang ruang lingkup sosiologi antropologi pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://diannazilah.blogspot.com/2017/02/pendekatan-sosiologi-dan-antropologi.html?m=1
https://books.google.co.id/books?id=U9UsDwAAQBAJ&pg=PA18&lpg=PA14&focus=viewport&dq=pendekatan+teori+sosiologi+dan+antropologi+pendidikan&hl=id
https://books.google.co.id/books?id=4qRPDwAAQBAJ&pg=PA1&lpg=PR2&focus=viewport&dq=pendekatan+teori+sosiologi+dan+antropologi+pendidikan&hl=id
https://dosenpsikologi.com/antropologi/amp
http://zulfahsmile.blogspot.com/2015/01/pendekatan-antropologi-dalam-mengkaji.html?m=1
https://www.kompasiana.com/daishg/56fe814da123bd2d091a9db5/ruang-lingkup-antropologi-dan-pentingnya-antropologi?page=all
Komentar
Posting Komentar